TPID Gianyar merumuskan strategi penguatan stok kebutuhan pokok dan pengawasan pasar, Jumat (13/3). (BP/istimewa)

​GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melakukan langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan harga kebutuhan pokok mendekati hari besar keagamaan. Melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Pemkab Gianyar merumuskan strategi penguatan stok dan pengawasan pasar, di ruang kerja Wakil Bupati Gianyar, Jumat (13/3).

​Pertemuan ini dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Kepala BPS Kabupaten Gianyar, serta jajaran kepala OPD terkait. Fokus utama diskusi adalah menjaga daya beli masyarakat di tengah momentum Nyepi Caka 1448 dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh berdekatan pada tahun 2026.

Baca juga:  Puan Sebut Mega Sudah Kantongi Nama Menteri

​Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun menegaskan, secara historis, peningkatan permintaan masyarakat saat hari raya selalu menjadi pemicu fluktuasi harga.

“Saya harapkan seluruh pihak terkait untuk mengintensifkan pengawasan dan mengontrol harga bahan kebutuhan pokok. Kita harus memastikan tidak ada gejolak harga yang memberatkan masyarakat menjelang Nyepi dan Idul Fitri,” ujarnya.

Agung Mayun memaparkan sejumlah tantangan struktural yang dihadapi Gianyar, antara lain masih tingginya suplai pangan dari luar daerah dan infrastruktur logistik yang perlu dioptimalkan. Terdapat pula kerentanan produksi akibat perubahan cuaca serta dampak dinamika geopolitik global di Timur Tengah yang berisiko menaikkan harga energi dan mengganggu jalur perdagangan dunia.

Baca juga:  Pemilik Akun Postingan Provokatif Soal Nyepi Datangi Polsek Pekutatan, Laporkan Ini

​Sebagai langkah konkret, Pemkab Gianyar mengandalkan integrasi program ketahanan pangan mandiri dan intervensi pasar langsung. Program Puspa Aman (Pusat Pangan Alami Mandiri, Asri, dan Nyaman) terus diperkuat untuk mendorong kemandirian pangan tingkat rumah tangga melalui pemanfaatan pekarangan.

​Selain itu, program Mina Padi turut dioptimalkan untuk meningkatkan produktivitas lahan petani sekaligus mencegah alih fungsi lahan produktif di wilayah Gianyar. ​

“Pemerintah secara rutin juga akan melaksanakan pemantauan harga di pasar-pasar tradisional, penyelenggaraan pasar murah, serta operasi pasar terjadwal untuk menjamin keterjangkauan harga bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Jelang Nyepi, Polisi Gencar Sambangi Pemuda
BAGIKAN