
DENPASAR, BALIPOST.com – Mengingat kegiatan rangkaian hari raya Nyepi dan mudik Lebaran bersamaan, sejumlah titik di wilayah Kecamatan Denpasar Timur (Dentim) berpotensi terjadi kemacetan. Terutama saat pelaksanaan upacara melasti di Pantai Padanggalak.
Untuk melakukan pemantauan dan mempermudah pergerakan petugas di lapangan, Polsek Dentim mendirikan Pos Pengamanan (Pospam) di areal parkir Bali Golf Internasional, Kesiman Kertalangu.
Kapolsek Dentim Kompol Ketut Tomiyasa, Jumat (13/3) menjelaskan Pospam tersebut per hari ini mulai dioperasikan berkaitan dengan pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026. Tujuannya atensi jalur kemacetan saat masyarakat melakukan kegiatan ibadah atau mudik Lebaran.
“Khusus di wilayah Denpasar Timur diprediksi terjadi kepadatan kendaraan di Jalan Gatot Subroto Timur, Tohpati, Jalan Bypass Ida Bagus Mantra mengerah ke bandara dan simpang Jalan Waribang-Jalam Pantai Padanggalak,” ujarnya.
Pihaknya khusus memberi perhatian saat pelaksanaan melasti di Pantai Padanggalak mulai 15 hingga 17 Maret 2026. Dilanjutkan pengamanan upacara tawur agung kesanga dan pengerupukan. “Sampai saat ini situasi wilayah Denpasar Timur aman dan kondusif. Kami harapkan juga peran serta masyarakat menjaga harkamtibmas dan bersinergi sesuai keputusan bersama sebagai wujudkan bentuk toleransi di Bali,” ucap Kompol Tomiyasa.
Pada Jumat pagi, Kapolsek Tomiyasa pimpin apel personel yang terlibat Operasi Ketupat Agung di Pospam. Operasi ketupat akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 25 April 2026. Oleh karena itu personel yang terlibat operasi ini harus melaksanakan tugas sesuai cara bertindak dan rencana pengamanan.
Perlu diketahui, terkait pelaksanaan Operasi Ketupat Agung, Polda Bali mengerahkan 2.169 personel dan membentuk tujuh satuan tugas (satgas), yakni Satgas Preemptif, Satgas Preventif, Satgas Kamseltibcarlantas, Satgas Penegakan Hukum, Satgas Tindak, Satgas Humas, dan Satgas Bantuan Operasi. Guna menunjang pengamanan, polda menyiapkan 31 pos pengamanan, terdiri dari 15 Pos Pengamanan (Pospam), 11 Pos Pelayanan (Posyan), serta lima Pos Terpadu yang melibatkan unsur Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya.
Pengamanan juga difokuskan pada berbagai objek vital dan lokasi keramaian. Objek vital itu yakni 256 masjid, 539 musala, 351 lokasi salat Id, 308 titik kegiatan malam takbiran, Bandara I Gusti Ngurah Rai, delapan pelabuhan, 11 terminal, 77 objek wisata, 59 pasar tradisional, tujuh pasar modern, serta 37 pusat perbelanjaan. (Kerta Negara/balipost)










