Petugas dari Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang mengidentifikasi sejumlah paus jenis paus pilot yang mati terdampar di Pantai Mbadokai, Desa Deranitan, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, NTT, Selasa (10/3/2026). (BP/Antara)

KUPANG, BALIPOST.com – Balai Konservasi Kawasan Perairan Nasional (BKKPN) Kupang memastikan sebanyak 21 ekor paus jenis pilot mati terdampar di Pantai Mbadokai, Desa Deranitan, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

“Totalnya ada 21 ekor yang mati terdampar,” kata Kepala BKKPN Kupang Imam Fauzi saat dihubungi di Kupang, Selasa (10/3).

Menurutnya sejumlah paus pilot terdampar sejak Senin (9/3) malam. Dikutip dari Kantor Berita Antara, Imam mengatakan secara keseluruhan ada 55 ekor yang terdampar di pesisir pantai tersebut. Dari jumlah tersebut 34 ekor kembali ke laut yang dangkal.

Baca juga:  UUDS 1950 Masih Jadi Dasar Pembentukan Sejumlah Provinsi dan Kabupaten

Tim dari BKKPN Kupang, menurut dia, sudah berada di lokasi dan mengidentifikasi sejumlah paus tersebut dan memastikan bahwa paus itu ada paus pilot.

“Sejak sore tadi hingga saat ini proses penguburan paus yang mati terus dilakukan,” tambah dia.

Paus pilot yang mati terdampar itu dari berbagai ukuran. Namun yang paling panjang ukurannya mencapai 5,1 meter Sementara yang terpendek adalah 2,4 meter.

Baca juga:  Indonesia Berlakukan Bebas Visa bagi Afrika Selatan

Saat ini tambah dia, proses pendataan masih dilakukan, ada kemungkinan jumlah tersebut akan terus bertambah.

Sementara itu untuk memastikan sejumlah paus tersebut kenapa bisa terdampar, dia mengatakan sampel paus telah diambil oleh dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dia mengatakan walaupun sekitar 55 ekor paus yang terdampar, namun tidak ada warga yang menangkap dan mengkonsumsi dagingnya. Hal ini karena masyarakat telah paham bahwa mamalia tersebut dilindungi.

Baca juga:  Penyu Sisik Ditemukan Terdampar di Pantai Tembles

Terdamparnya paus di lokasi tersebut justru menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat setempat. (kmb/balipost)

BAGIKAN