Bangkai paus bungkuk yang baru dikubur dua hari kembali muncul di permukaan pantai Perancak, Kamis (16/7) pagi. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Bangkai paus bungkuk (humpback whale) yang sebelumnya telah dikubur pascaterdampar di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, dilaporkan kembali muncul ke permukaan pada Kamis (16/7) pagi. Munculnya kembali bangkai mamalia laut tersebut diduga akibat lokasi penguburan yang tergerus pasang air laut.

Perbekel Perancak, I Nyoman Wijana mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dari warga terkait kembalinya bangkai paus tersebut ke permukaan pantai. “Laporan dari warga menyebutkan bangkai paus kembali muncul di permukaan pantai karena lokasi penguburannya tergerus oleh air laut pasang,” ujar Wijana.

Baca juga:  Dari Pintu Masuk Serangan Dipasangi Portal hingga Desa Adat Denpasar Bangun Tempat Pengabenan

Melihat kondisi tersebut, pemerintah desa berharap agar segera dilakukan penanganan lebih lanjut. Wijana menekankan perlunya evaluasi dalam proses penguburan agar ke depannya lokasi penanganan satwa dilindungi dapat ditempatkan lebih jauh dari bibir pantai yang rawan terkena terjangan air laut. “Untuk mengantisipasi hal ini berulang, kami berharap ada penanganan agar lokasi penguburan dilakukan di area yang lebih aman, jauh dari jangkauan air laut,” tambahnya.

Baca juga:  Kehabisan Bahan Bakar, Pemancing Belasan Jam Terombang-Ambing di Laut Nusa Penida

Sebelumnya, bangkai paus bungkuk sepanjang 7,70 meter tersebut telah dikubur pada Selasa (14/7), setelah melalui proses nekropsi oleh tim gabungan yang terdiri dari BPSPL Denpasar, BBRBLPP Gondol, Jaringan Satwa Indonesia (JSI), serta instansi terkait lainnya. Upaya penguburan saat itu dilakukan sesuai dengan prosedur penanganan satwa liar yang dilindungi, namun kondisi alam di pesisir Pantai Perancak yang dinamis membuat posisi penguburan menjadi rentan terhadap air pasang. (Surya Dharma/balipost)

Baca juga:  Usai Nekropsi, Paus Sperma di Melaya Dikubur Hari Ini
BAGIKAN