
DENPASAR, BALIPOST.com – Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada jenjang SD dan SMP akan berlangsung pada April 2026. Sebagai persiapan, gladi bersih mulai dilakukan, yang salah satunya berlangsung di SMPN 3 Denpasar, Selasa (10/3).
Kepala SMPN 3 Denpasar, Ni Nengah Sujani mengatakan, hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan gladi bersih. Gladi bersih telah dimulai sejak, Senin (9/3) dan akan berlangsung hingga Kamis (12/3).
Dijelaskannya, pada hari pertama, sesi pertama gladi berjalan lancar karena sebelumnya sudah dilakukan simulasi untuk mengecek kesiapan sarana dan prasarana di sekolah. “Namun pada sesi kedua sempat terjadi kendala karena sistem dari pusat mengalami error hingga waktu sesi habis,” ujarnya.
Meski demikian, setelah gangguan tersebut teratasi, pelaksanaan kembali normal pada sesi berikutnya. Pada hari kedua gladi bersih, seluruh sesi juga berjalan lancar tanpa kendala berarti. Secara internal, kata Sujani, pihak sekolah telah menyiapkan berbagai kebutuhan sejak jauh hari, mulai dari pengawas, teknisi hingga perangkat pendukung pelaksanaan ujian berbasis komputer.
Di SMPN 3 Denpasar disiapkan empat ruang ujian dengan tiga sesi pelaksanaan setiap harinya. Dalam satu ruangan terdapat 15 siswa sehingga setiap sesi diikuti sekitar 60 siswa.
“Untuk mendukung pelaksanaan ujian kami menyiapkan 15 laptop utama di setiap ruang, ditambah dua laptop cadangan serta satu perangkat khusus untuk pengawasan melalui Zoom,” jelasnya.
Pengawasan selama pelaksanaan TKA dilakukan secara berlapis. Selain diawasi langsung oleh panitia di sekolah, pemantauan juga dilakukan oleh pusat melalui sistem daring, serta monitoring dan evaluasi (monev) dari pihak provinsi. Tahun ini, jumlah siswa yang mengikuti TKA di SMPN 3 Denpasar tercatat sebanyak 307 siswa.
Dijelaskannya, TKA akan digunakan sebagai salah satu acuan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, meskipun tidak menjadi penentu kelulusan seperti halnya Ujian Nasional (UN) sebelumnya. Pada tingkat SMP, mata pelajaran yang diujikan dalam TKA hanya meliputi literasi dan numerasi.
Literasi mengacu pada kemampuan bahasa Indonesia, sedangkan numerasi berkaitan dengan matematika. Sementara itu, mata pelajaran lainnya tetap dinilai melalui asesmen semester yang menjadi bagian dari penilaian akhir hingga semester enam dan akan tercantum dalam nilai ijazah. (Widiastuti/bisnisbali)










