Foto kombo (kiri-kanan) - I Made Ganendra Parade Wijaya, Ni Kadek Serli Cahyani, dan I Putu Angga Prayuda. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kebanggaan besar dirasakan masyarakat Desa Adat Karangsari, Nusa Penida, setelah tiga siswa asal desa tersebut berhasil menembus jajaran lima besar peraih nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi di SMP Negeri 1 Nusa Penida pada 2026. Bahkan, posisi tertinggi berhasil diraih oleh I Made Ganendra Parade Wijaya dengan nilai rata-rata 88,34.

Prestasi Ganendra menjadi sorotan karena unggul cukup jauh dibandingkan peserta lainnya. Siswa kelas IX B itu mencatatkan nilai Bahasa Indonesia nyaris sempurna yaitu 96,67 dan Matematika 80,00. Hasil tersebut mengantarkannya sebagai peraih nilai rata-rata TKA tertinggi di SMP Negeri 1 Nusa Penida tahun ini.

Lahir di Denpasar pada 3 Juli 2010, Ganendra mengaku tidak menyangka bisa meraih hasil setinggi itu. Di balik pencapaiannya, tersimpan proses panjang yang penuh disiplin dan kerja keras.

“Jujur saya kaget sekaligus bersyukur. Tidak menyangka kerja keras selama ini akhirnya terbayar. Rasanya campur aduk antara lega, bangga, dan makin termotivasi untuk mengejar target selanjutnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5).

Meski dikenal sebagai siswa berprestasi, Ganendra menegaskan bahwa keberhasilannya bukan diperoleh secara instan. Ia memiliki pola belajar yang konsisten dan disesuaikan dengan gaya belajarnya sendiri.

Baca juga:  Vaksinasi Rabies Baru Sasar 16 Desa

Menurutnya, kunci utama adalah belajar secara rutin setiap hari tanpa harus menumpuk materi menjelang ujian. Ia memilih belajar sedikit demi sedikit tetapi berkelanjutan daripada menerapkan sistem kebut semalam.

Selain itu, Ganendra selalu berusaha memahami konsep dasar terlebih dahulu sebelum mengerjakan berbagai latihan soal. Cara tersebut membuatnya lebih mudah memahami materi dan menyelesaikan soal-soal yang lebih kompleks.

Ia juga tidak ragu untuk bertanya kepada guru maupun teman ketika menemui kesulitan. Baginya, bertanya bukanlah tanda ketidakmampuan, melainkan bagian dari proses belajar.

Menariknya, di tengah kesibukan belajar, Ganendra tetap menjaga keseimbangan antara belajar dan beristirahat. Ia menyadari pentingnya waktu bermain dan bersantai agar tidak mengalami kejenuhan atau burnout.

“Belajar itu penting, tetapi istirahat juga penting. Tetap menjaga waktu bermain agar tidak ‘burnout’ (kelelahan),” katanya.

Kesuksesan yang diraihnya tidak membuat Ganendra lupa berbagi motivasi kepada adik-adik kelasnya. Ia berpesan agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.

“Prestasi itu bukan soal jadi paling pintar, tetapi soal siapa yang paling tahan banting. Jangan takut mulai dari nol dan jangan membandingkan proses diri dengan orang lain. Fokus saja pada kemajuan kecil setiap hari. Gagal itu wajar, yang penting bangkit lagi. Kalian pasti bisa lebih dari saya,” pesannya.

Baca juga:  Nilai TKA Bali di Atas Rerata Nasional, Disdikpora Bali Petakan Kompetensi Siswa

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 1 Nusa Penida, Ganendra telah menyiapkan langkah berikutnya. Dengan dukungan orangtua, ia berencana melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 4 Denpasar.

Prestasi Ganendra semakin istimewa karena bukan satu-satunya siswa Karangsari yang masuk jajaran terbaik. Dua siswa asal Karangsari lainnya juga berhasil mencatatkan prestasi membanggakan. Ni Kadek Serli Cahyani meraih nilai rata-rata 75,00, sedangkan I Putu Angga Prayuda memperoleh nilai rata-rata 71,67.

Kehadiran tiga nama dari Karangsari dalam daftar lima besar menjadi bukti bahwa semangat belajar di desa tersebut terus tumbuh dan berkembang.

Orangtua Ganendra yang juga Bendesa Adat Karangsari, I Kadek Muliastawan, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para siswa yang telah mengharumkan nama desa melalui prestasi akademik. “Selamat kepada anak-anak kami yang berhasil meraih prestasi membanggakan dalam TKA tahun 2026. Ini menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan Desa Adat Karangsari,” ucapnya, Sabtu (30/5).

Menurut Muliastawan, keberhasilan tiga siswa Karangsari menembus lima besar nilai tertinggi TKA SMPN 1 Nusa Penida menunjukkan hasil dari kerja keras, disiplin, dan kesungguhan para siswa dalam menempuh pendidikan. Diharapkan keberhasilan tersebut mampu menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus meningkatkan kualitas diri.

Baca juga:  Desa Adat Karangsari akan Gelar "Ngenteg Linggih"

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Nusa Penida, I Wayan Putu Negara, turut mengapresiasi kepada seluruh siswa yang berhasil meraih nilai terbaik dalam TKA tahun 2026. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari kerja sama antara siswa, guru, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Ia menegaskan bahwa sekolah akan terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membangun karakter siswa agar mampu bersaing di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Selamat kepada siswa-siswi yang telah meraih nilai TKA terbaik. Prestasi ini patut disyukuri dan menjadi motivasi untuk terus belajar serta mengembangkan potensi diri. Kami berharap mereka dapat terus berprestasi pada jenjang pendidikan berikutnya,” harapnya.

Adapun lima besar peraih nilai rata-rata TKA tertinggi SMP Negeri 1 Nusa Penida tahun 2026, yakni I Made Ganendra Parade Wijaya (88,34), I Made Yogi Shambu Janana P. (75,00), Gratia Malori Napitupulu (75,00), Ni Kadek Serli Cahyani (75,00), dan I Putu Angga Prayuda (71,67). (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN