
DENPASAR, BALIPOST.com – Untuk mendukung pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 berlangsung hikmat, data seluler dan siaran lokal akan dimatikan. Sedangkan untuk layanan internet WiFi masih tetap diaktifkan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfos) Kota Denpasar, Gde Wirakusuma Wahyudi, Selasa (10/3) menjelaskan, koneksi WiFi yang terhubung melalui fiber optik tetap diaktifkan untuk menjaga stabilitas layanan publik yang bersifat krusial. Seperti halnya sumah sakit, pos keamanan, kepolisian, pemadam kebakaran, dan unit darurat lainnya. Begitu juga untuk umat non-Hindu yang membutuhkan informasi masih dapat menggunakan akses WiFi dan saluran informasi digital.
Menurut Wirakusuma, kebijakan ini sesuai dengan surat edaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali yang diketahui oleh Forkopimda. Dia menegaskan, pemutusan akses hanya berlaku untuk data seluler perorangan dan lembaga penyiaran lokal. Kebijakan ini diambil untuk memberikan ruang bagi umat Hindu agar dapat melaksanakan Catur Brata Panyepian dengan lebih khusyuk dan fokus.
“Harapannya adalah khusus bagi umat Hindu, dengan pemutusan data seluler dan lembaga penyiaran tidak bersiar, mereka dapat melakukan Catur Brata Panyepian dengan khusyuk,” ujarnya.
Demikian untuk penghentian layanan data seluler dan siaran TV maupun radio, ini akan berlangsung selama 24 jam. Dimulai Kamis, 19 Maret 2026, pukul 06.00 WITA, dan hidup kembali Jumat, 20 Maret 2026, pukul 06.00 WITA. (Widiastuti/bisnisbali)










