
NEGARA, BALIPOST.com – Sebanyak 298 ogoh-ogoh akan diarak masyarakat di berbagai banjar di Kabupaten Jembrana menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948. Untuk pengamanan saat pengarakan berlangsung, Polres Jembrana menyiapkan pengamanan khusus serta pengaturan pergerakan ogoh-ogoh agar tidak terjadi pertemuan antar banjar di jalan.
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, mengatakan pengamanan pengarakan ogoh-ogoh menjadi salah satu fokus utama menjelang Nyepi selain di Gilimanuk puncak arus mudik. Pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait serta jajaran Polsek di seluruh wilayah Jembrana guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan saat pengarakan berlangsung.
Dari pendataan hingga ke tingkat banjar, tahun ini terdapat 298 ogoh-ogoh yang akan diarak oleh masyarakat dari Melaya hingga Pekutatan. Untuk menjaga kelancaran kegiatan, kepolisian bersama pecalang desa mengatur pola pergerakan ogoh-ogoh agar keluar secara bertahap dari masing-masing banjar.
Pengaturan tersebut dilakukan untuk menghindari pertemuan ogoh-ogoh di ruas jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun gesekan antar banjar.
“Pengaturan ini sudah kami koordinasikan dengan masing-masing Polsek agar ogoh-ogoh keluar secara bertahap sehingga tidak saling bertemu di jalan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pengamanan pengarakan ogoh-ogoh akan melibatkan pecalang di masing-masing desa adat dengan dukungan personel kepolisian di wilayah setempat.
Selain pengamanan ogoh-ogoh, Polres Jembrana juga mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, khususnya di kawasan Pelabuhan Gilimanuk yang menjadi jalur utama penyeberangan Bali–Jawa. Mengingat waktu perayaan hampir berdekatan dengan arus mudik.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diimbau mengikuti arahan petugas di lapangan, termasuk rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama periode arus mudik.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar membeli tiket penyeberangan lebih awal melalui aplikasi Ferizy milik ASDP guna menghindari penumpukan kendaraan saat pembelian tiket di pelabuhan.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 15 hingga 18 Maret 2026. Karena itu, masyarakat disarankan melakukan perjalanan lebih awal untuk menghindari kepadatan kendaraan.
Terkait pengaturan kendaraan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, seluruh kendaraan tetap diarahkan masuk melalui Terminal Kargo Gilimanuk untuk menjaga ketertiban antrean. Pihak kepolisian juga menyiapkan jalur khusus bagi masyarakat lokal Gilimanuk.
“Kami pastikan kendaraan tetap tertib melalui Terminal Kargo Gilimanuk. Akan ada jalur khusus untuk masyarakat Gilimanuk dan tidak ada yang diperbolehkan menerobos antrean,” tegasnya.
Dari sisi kesiapan sarana dan prasarana, Polres Jembrana menargetkan seluruh fasilitas pendukung di kawasan Gilimanuk sudah optimal pada 11 Maret 2026. Selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup mulai 19 Maret 2026 pukul 05.00 Wita dan kembali dibuka pada 20 Maret 2026 pukul 06.00 Wita. (Surya Dharma/balipost)










