Suasana rumah duka di Banjar Dinas Kubu Lebah, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada.(BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Jemaah lanjut usia, Ibrahim Mujab (75), asal Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, dilaporkan wafat di Mekkah, Arab Saudi pada Minggu (31/5) siang waktu setempat . Almarhum wafat setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Ibrahim yang tergabung dalam Kloter SUB-71 menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit King Faisal, Mekkah. Sebelum meninggal dunia, almarhum sempat menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatannya yang terus menurun.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Buleleng, Agus Annurachman saat ditemui dirumah duka pada Senin (1/6), mengatakan, kondisi kesehatan Ibrahim memang menjadi perhatian sejak awal keberangkatan. Faktor usia lanjut serta kondisi fisik yang kurang prima membuat almarhum rentan mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

Baca juga:  Yakin Pariwisata Aman, Aktris Luar Negeri Ramai-Ramai ke Bali

Menurut Agus, almarhum mengalami kesulitan makan sejak beberapa hari terakhir. Tim kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat pendamping kloter terus berupaya memberikan perawatan dan pendampingan.

“Almarhum memang posisinya agak susah makan. Dokter dan perawat yang mendampingi setiap kloter membantu menyuapkan makanan. Namun saat berada di kamar, almarhum ditemukan sudah tidak sadarkan diri. Setelah dibawa ke rumah sakit, dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah Ibrahim disalatkan di Masjidil Haram setelah salat Asar dan selanjutnya dimakamkan di Mekkah. Pihak penyelenggara haji bersama KBRI Arab Saudi saat ini masih berkoordinasi terkait data lokasi pemakaman yang nantinya akan diserahkan kepada keluarga.

Baca juga:  Pengedar Upal Dibui 10 Hingga 14 Bulan

“Dokumen seperti surat kematian, nomor makam, dan data pemakaman akan diberikan kepada keluarga sebagai persyaratan pengajuan asuransi. Untuk nama makamnya, kami masih berkoordinasi dengan KBRI,” jelas Agus.

Meski belum sempat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, seperti tawaf ifadlah dan sai, Agus menegaskan ibadah haji almarhum tetap dinyatakan sah dan sempurna. Hal itu karena Ibrahim telah melaksanakan wukuf di Arafah yang merupakan rukun utama dalam ibadah haji.

Selain Ibrahim, Agus mengungkapkan terdapat tiga jemaah haji asal Buleleng lainnya yang saat ini mengalami gangguan kesehatan. Mereka diketahui menderita demensia dan penyakit jantung sehingga memerlukan pengawasan khusus dari petugas kesehatan.

Baca juga:  Arsitektur Bali Harus Mengacu Prinsip "Green Building"

Untuk menghindari risiko yang lebih besar, ketiga jemaah tersebut direncanakan dipulangkan lebih awal ke Indonesia.
“Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan dan kesehatan jemaah selama menjalani proses ibadah haji,” tambahnya.

Sementara itu, jemaah haji asal Buleleng lainnya dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 19 Juni mendatang setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai dilaksanakan. Panitia haji terus melakukan pemantauan kesehatan serta memberikan pendampingan kepada jemaah lanjut usia maupun yang memiliki riwayat penyakit guna memastikan seluruh proses ibadah berjalan dengan baik. (Yuda/balipost)

BAGIKAN