
SINGARAJA, BALIPOST.com – Belasan warga di Kabupaten Buleleng dilaporkan mengalami gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies pada Minggu (8/3). Sebanyak 15 korban gigitan telah mendapatkan penanganan medis, termasuk pemberian vaksin anti rabies (VAR) sebagai langkah antisipasi.
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto mengatakan seluruh korban telah diarahkan untuk mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan. Penanganan yang diberikan berupa pemberian vaksin anti rabies guna mencegah kemungkinan penularan penyakit rabies.
“Penanganan dari Dinkes kita pastikan semuanya diberikan vaksin anti rabies. Karena kalau melihat dari kejadian dan juga perilaku anjing itu, potensi rabies cukup besar,” ujar Sucipto, Senin (9/3).
Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah anjing tersebut benar-benar terinfeksi rabies. Sampel otak anjing yang menggigit warga telah dikirim untuk diuji oleh dokter hewan melalui Dinas Pertanian.
“Untuk memastikan, kita masih menunggu hasil pemeriksaan. Sampel otak anjing sudah dikirim untuk diuji,” jelasnya.
Sucipto menambahkan, seluruh korban telah diarahkan ke Puskesmas Buleleng I dan mendapatkan vaksin pada hari pertama penanganan. Dalam prosesnya, korban akan menjalani rangkaian vaksinasi lengkap sebagai prosedur pencegahan rabies.
“Kalau melihat potensi dari perilaku anjing itu, kita lakukan antisipasi dengan pemberian vaksin lengkap. Jadi hari pertama diberikan vaksin, kemudian dilanjutkan hari ke-7 dan hari ke-14,” ujarnya.
Dari total 15 korban gigitan, sebanyak 14 orang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara satu orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami patah tulang lengan saat terjatuh ketika berusaha menghindari anjing tersebut.
“Pasien yang dirawat itu bukan karena gigitan, tetapi karena jatuh saat dikejar anjing hingga mengalami patah tulang. Pasien tersebut juga sudah diberikan vaksin anti rabies,” kata Sucipto.
Dinas Kesehatan Buleleng memastikan ketersediaan stok vaksin anti rabies di wilayah tersebut masih mencukupi untuk mengantisipasi kemungkinan kasus serupa.
“Untuk stok vaksin kita masih aman. Kita juga tetap berjaga-jaga kalau ada kasus serupa terjadi di tempat lain,” pungkasnya.
Sementara itu, anjing yang menggigit warga diketahui merupakan anjing liar tanpa pemilik. Tim terkait masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk penyelidikan epidemiologi di lokasi kejadian. (Yuda/balipost)










