Ogoh-Ogoh “Wit Kawit” karya ST. Dharma Castra, Banjar Tengah Sidakarya. (BP/suk)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pelaksanaan Kasanga Festival (Kasanga Fest) 2026 Kota Denpasar telah mengumumkan pemenang. Adapun Ogoh-ogoh ST Taruna Dharma Castra, Banjar Tengah Sidakarya dengan mengambil tema “Wit Kawit” berhasil meraih posisi I.

Dilansir dari akun Instagram Pasikian Yowana Bali, posisi II diraih oleh ogoh-ogoh ST Sukarela Banjar Kepisah Pedungan dan posisi III yakni ST Swadharmita Banjar Ceramcam Kesiman. Selanjutnya juara harapan I ST Satya Dharma Banjar Pekandelan Sanur, harapan II ST Swastika Banjar Pekambingan Dauh Puri, dan harapan III ST Mekar Sari Banjar Kesambi Kesiman Kertelangu.

Sementara itu untuk ogoh-ogoh ST Cantika, Banjar Sedana Mertha Ubung dengan ikon Dewi Saraswati dan tema Banyu Pinaruh meraih juara favorit. Padahal sebelumnya ogoh-ogoh ini mendapatkan nilai tertinggi nominasi 16 besar saat penilian langsung ke banjar-banjar.

Terkait hal tersebut, salah seorang juri, I Gede Anom Ranuara mengungkapkan, terpentalnya ST Cantika dari enam besar bukan karena sempat roboh usai mengikuti pawai. Namun dikarenakan Dewi Saraswati digambarkan nengkleng atau satu kakinya terangkat ketika dalam posisi berdiri. Sehingga hal ini tidak masuk secara estetika dan logika.

Baca juga:  Pengaturan Lalin Pawai Ogoh-Ogoh Diserahkan ke Pecalang dan Aparat Desa

“Dan sudah menjadi kesepakatan, sudah menjadi ikon-ikon di sekolah bahwa posisi kaki Dewi Saraswati itu tidak ada nengkleng. Nah nanti takutnya adalah anak-anak yang melihat ogoh-ogoh itu akan memprotes Dewi Saraswati yang ada di sekolah-sekolah dengan posisi yang berdiri tegak begitu,” kata pria yang akrab disapa Guru Anom ini.

Dirinya pun mengaku sudah langsung menemui arsitek ogoh-ogoh agar dalam pembuatan terlebih dahulu mengukuhkan anatomi, barulah mesin. Baginya, hal itu memang terlihat kecil, akan tetapi dampaknya kurang baik.

“Tiang bisa terima kalau dia juara favorit. Memang itu publik yang menilai, tapi untuk kita termasuk juri-juri ada pertimbangan etika. Kemarin tiga juri yang on the spot ke banjar juga baru ngeh saat tiang katakan begitu. Sehingga mereka juga kaget,” paparnya.

Baca juga:  FSBJ II Dukung Pelestarian Kebudayaan di Masa Pandemi

Kemudian terkait ogoh-ogoh Wit Kawit yang menjadi pemenang, pihaknya menyebut dari segi anatomi, angle dan proporsi ogoh-ogoh memang bagus. Selain itu, penampilannya saat pawai juga atraktif.

“Penilaian memang berlangsung alot. Yang paling alot perbincangannya kan kemarin yang Banjar Ceramcam. Karena memang seni pementasannya realistis sekali kita sampai sampai geleng-geleng kepala semua juri itu melihat pementasannya. Untuk penentuannya kembali kami lihat dari anatomi, proporsi ogoh-ogoh, psikoplastisnya,” ungkapnya.

Guru Anom menambahkan penilaian untuk pawai ogoh-ogoh memiliki bobot 35 persen. Selain itu, dalam pawai juga ada penilaian terkait masukan-masukan dewan juri ketika penilaian on the spot apakah sudah diperbaiki.

Dikarenakan sistemnya karnaval, juga turut dinilai kepada yang mana karnaval, juri juga menilai penampilan selayaknya karnaval, bukan hanya fragmen tari yang sifatnya ditampilkan pada titik-titik tertentu. “Setelah itu presentase ogoh-ogoh yang ditarikan dengan fragmennya berapa persen. Artinya ogoh-ogohlah yang lebih mendapat peluang lebih banyak untuk ditarikan bukan mengunggulkan fragmen sebenarnya fungsinya sebagai tali untuk menarik ogoh-ogoh itu bisa menjadi ke titik center pementasan kan gitu,” paparnya.

Baca juga:  Gelar Lomba Ketertiban Mengarak Ogoh-ogoh, Ini Hadiah dari Polda Bali

Bagi ogoh-ogoh yang menggunakan mesin, juga dinilai apakah mesinnya bekerja efektif saat pawai.

Terkait hadiah pemenang, Kepala Dinas Kebudayaan Denpasar, Raka Purwantara sebelumnya mengungkapkan, untuk juara I mendapat hadiah Rp50 juta, juara II Rp40 juta, dan juara III Rp30 juta. Sementara untuk juara harapan masing-masing, juara harapan I Rp20 juta, harapan II Rp15 juta, dan harapan III Rp10 juta. Dan untuk juara favorit mendapatkan Rp10 juta.

Demikian setiap ogoh-ogoh di 16 besar menerima uang pembinaan masing-masing Rp 30 juta, sementara enam terbaik memperoleh hadiah tambahan. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN