Gelombang tinggi di Pantai Purnama, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (24/5/2025). (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Bali. Peringatan ini berlaku mulai 8 Maret 2026 pukul 08.00 WITA hingga 11 Maret 2026 pukul 08.00 WITA.

Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Ariantika, Sabtu (7/3), menjelaskan berdasarkan analisis kondisi sinoptik, pola angin di wilayah perairan utara dan selatan Bali umumnya bergerak dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar 5–25 knot. Kondisi tersebut berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang di beberapa jalur perairan.

Baca juga:  Petani Garam Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

BMKG memprakirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, yakni Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, perairan selatan Pulau Bali, serta Selat Lombok bagian selatan.

Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal berukuran kecil. Perahu nelayan berpotensi terdampak apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter, sementara kapal tongkang berisiko jika angin mencapai 16 knot dengan gelombang sekitar 1,5 meter.

Baca juga:  Puluhan Rumah Rusak Diguncang Gempa Magnitudo 4,6, BMKG Ungkap Analisisnya

Oleh karena itu, BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang beraktivitas di laut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi gelombang selama periode tersebut. Pelaku pelayaran juga diminta selalu memperhatikan pembaruan informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN