
GIANYAR, BALIPOST.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Surya Nugroho, SH, M.Hum, menghadiri kegiatan ‘Polantas Menyapa’ yang diselenggarakan di Balai Banjar Kebalian, Desa Sukawati, Gianyar, Kamis (6/3). Acara yang mengusung tema “Nyepi Aman, Mudik Nyaman, Toleransi Terjaga, Bali Tetap Kondusif” ini, menjadi langkah strategis Polri dalam mengamankan dua momentum besar yang berdekatan yakni Hari Raya Nyepi dan rangkaian menyambut Idul Fitri (Malam Takbiran).
Irjen Pol. Agus Surya Nugroho memberikan apresiasi tinggi terhadap sistem pengamanan adat di Bali. Dia menilai keberadaan Pecalang sebagai pilar kekuatan lokal yang krusial dalam menjaga ketertiban, terutama saat perayaan hari besar keagamaan. “Bali memiliki kekuatan budaya yang luar biasa melalui Pecalang. Ini adalah contoh nyata sinergi antara aparat negara dan masyarakat adat dalam menjaga keamanan bersama,” ujar Kakorlantas.
Menghadapi arus mudik, Kakorlantas menjelaskan Polri telah menyiapkan Operasi Ketupat dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.” Fokus utama di wilayah Bali dan sekitarnya meliputi Jalur Ketapang–Gilimanuk, penerapan sistem buka-tutup untuk mengendalikan volume kendaraan.
Penyiapan berbagai pos pelayanan di titik-titik strategis untuk mengantisipasi lonjakan pemudik. Kolaborasi lintas sektor melibatkan Dirlantas Polda Bali, Kasat Lantas, Pecalang, Banser, hingga komunitas ojek online (ojol).
Kakorlantas juga menekankan transformasi citra Polantas agar lebih humanis. Penegakan hukum kini lebih mengedepankan teknologi untuk mengurangi gesekan di lapangan.
Penggunaan kamera statis dan ETLE Drone untuk memantau pelanggaran. Mengingat angka kecelakaan nasional yang masih tinggi (rata-rata 50-60 korban jiwa per hari), masyarakat diimbau untuk disiplin menggunakan helm dan mematuhi rambu.
Sebagai destinasi wisata global, Bali diharapkan terus menjadi cermin budaya bangsa yang tertib. Irjen Pol Agus berpesan kepada seluruh jajaran Ditlantas Polda Bali agar tetap hadir sebagai pelayan masyarakat.
“Lalu lintas adalah cermin budaya bangsa. Jika kita tertib di jalan, maka itu menunjukkan kualitas budaya masyarakat kita yang baik,” pungkasnya. (Wirnaya/balipost)










