Panen perdana bandeng laut premium, di Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Rabu (4/3). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebanyak 3 ton bandeng laut premium yang menggunakan sistem budidaya keramba jaring apung (KJA) dipanen di Kecamatan Gerokgak, Buleleng pada Rabu (4/3).

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bali, Putu Sumardiana, pengembangan bandeng laut premium dengan KJA ini menjadi strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kedaulatan pangan masyarakat Bali.

Selama ini, Bali dikenal sebagai salah satu sentra pembenihan bandeng terbesar di Indonesia. Produksi benih (nener) bahkan mencapai miliaran ekor per tahun untuk memenuhi pasar domestik hingga ekspor Asia Tenggara seperti Filipina dan Taiwan. Namun fluktuasi harga benih dalam beberapa tahun terakhir membuat pendapatan pelaku usaha kurang stabil.

Baca juga:  Berubahnya Warna Air Danau Batur Belum Pengaruhi Budidaya Ikan

“Karena itu, kami dorong transformasi ke budidaya pembesaran bandeng laut premium. Ini bukan hanya soal produksi, tapi peningkatan nilai tambah,” ujar Sumardiana, Rabu (4/3).

Budidaya dilakukan di laut menggunakan sistem KJA. Berbeda dengan tambak darat yang kerap dikeluhkan beraroma tanah, bandeng laut menghasilkan daging lebih bersih, tekstur lebih padat, serta cita rasa lebih unggul.

Secara gizi, bandeng juga dikenal tinggi protein dan kaya omega-3. Bahkan diklaim kompetitif dengan ikan impor seperti salmon, namun dengan harga jauh lebih terjangkau bagi masyarakat.

Baca juga:  Gara-gara Ini, Budidaya KJA di Danau Buyan Diminta Stop

Pengembangan bandeng laut premium saat ini tersentra di Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Ekosistem usaha telah terbentuk dari hulu hingga hilir, mulai dari induk, pembenihan, pembesaran, hingga pengolahan bernilai tambah seperti abon bandeng dan produk cabut duri.

Meski demikian, DKP menilai masih diperlukan fasilitasi sertifikasi mutu agar produk mampu menembus pasar lebih luas. Dukungan peningkatan produksi KJA juga dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok.

Dalam kesempatan tersebut, DKP melakukan panen perdana hasil pembesaran bandeng laut sebanyak 3 ton. Kegiatan ini sekaligus pemantauan program bantuan Pemprov Bali tahun 2025 berupa 200 kilogram jaring KJA yang dimanfaatkan sebagai media pembesaran 12.000 ekor benih bandeng.

Baca juga:  Masih Dilanda Hujan Berlevel Siaga-Waspada, Cek Prakiraan Cuaca Bali 13 November 2025

Bandeng premium ini dijual seharga Rp25.000 per kilogram dan langsung diserap pabrik pengolahan untuk produk bandeng duri cabut.

Sumardiana optimis inovasi budidaya laut ini berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Bali. “Ini bagian dari hilirisasi perikanan daerah. Kita ingin komoditas lokal unggulan benar-benar menjadi pilar kedaulatan pangan masyarakat Bali,” tegasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN