
SINGASANA, BALIPOST.com – Dugaan perusakan ogoh-ogoh di Banjar Pitra, Desa Pitra, Kecamatan Penebel, yang sempat viral di media sosial, dipastikan tidak terbukti. Hasil klarifikasi dan pengecekan langsung aparat kepolisian menyatakan tidak ditemukan unsur kesengajaan maupun pihak yang dicurigai sebagai pelaku.
Kapolsek Penebel, AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa menjelaskan, klarifikasi dilakukan Rabu (4/3) sekitar pukul 10.45 WITA, menyusul beredarnya unggahan di Instagram yang menyebut adanya perusakan ogoh-ogoh. Informasi tersebut pertama kali diunggah melalui akun STT Tunas Mekar dalam bentuk story dan kemudian ditandai ke sejumlah media informasi di Tabanan, pada Selasa (3/3).
Menindaklanjuti hal itu, jajaran Polsek Penebel langsung berkoordinasi dengan kepala wilayah Banjar Pitra, pemuda setempat, serta Ketua STT Tunas Mekar. Polisi juga melakukan pengecekan fisik terhadap ogoh-ogoh yang dilaporkan rusak serta meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait. “Dari hasil koordinasi dan pendalaman, nihil adanya pihak yang dicurigai sebagai pelaku perusakan,” tegas AKP Alit Murdiasa.
Berdasarkan hasil pengecekan, tidak ditemukan saksi maupun bukti yang mengarah pada tindakan perusakan secara sengaja. Kerusakan diduga terjadi akibat faktor teknis, pengaruh cuaca, atau kemungkinan kelalaian dalam proses pengerjaan, mengingat ogoh-ogoh masih dalam tahap penyempurnaan.
Sekaa teruna dan masyarakat Banjar Pitra pun memilih mengikhlaskan kejadian tersebut dan tidak mempermasalahkan lebih lanjut. Ogoh-ogoh yang sempat rusak telah diperbaiki secara gotong royong.
Kapolsek mengingatkan bahwa viralitas informasi di media sosial berpotensi memunculkan persepsi negatif sebelum ada klarifikasi resmi. Jika tidak segera diluruskan, isu serupa bisa memicu kesalahpahaman maupun spekulasi liar di masyarakat, terlebih menjelang hari raya Nyepi dan pawai ogoh-ogoh.
“Kami akan terus melakukan monitoring media sosial dan mengintensifkan komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pemuda untuk mengantisipasi potensi gesekan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya serta tetap menjaga kondusivitas wilayah menjelang rangkaian hari raya. (Puspawati/balipost)










