
MANGUPURA, BALIPOST.com – Konflik wilayah Timur Tengah mulai berdampak nyata pada konektivitas udara global, termasuk di Indonesia. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mencatat belasan pembatalan penerbangan internasional akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara di kawasan tersebut.
Kondisi tersebut diakui oleh Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi saat dikonfirmasi mengenai kondisi Bandara Ngurah Rai terkini, Senin (2/3) pukul 13.00 WITA.
“Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, dapat kami sampaikan bahwa hingga Senin, 2 Maret 2026 pukul 13.00 WITA, terdapat total 15 penerbangan rute internasional. Delapan keberangkatan dan tujuh kedatangan rute internasional yang mengalami pembatalan penerbangan,” ungkapnya.
Berdasarkan data resmi manajemen bandara, maskapai besar seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways menjadi yang paling terdampak. Meskipun terjadi rentetan pembatalan pada rute internasional tertentu, pihak pengelola memastikan bahwa aktivitas bandara secara keseluruhan tidak lumpuh.
“Namun demikian, dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal,” jelasnya.
Tercatat sebanyak 3.197 calon penumpang keberangkatan terdampak oleh penyesuaian jadwal ini. Pihak manajemen bandara menegaskan bahwa penanganan ribuan penumpang tersebut telah diserahkan dan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai, baik berupa refund maupun reschedule.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara berkesinambungan terus melakukan pemantauan situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah. Koordinasi intensif dilakukan dengan maskapai lenerbangan untuk pembaharuan jadwal dan penanganan penumpang di bandara. Pihaknya juga berkoordinasi dengan AirNav Indonesia untuk memantau pergerakan dan keamanan ruang udara yang terdampak.
“Kami juga berkoordinasi dengan aparatur keamanan guna mengantisipasi situasi keamanan di lingkungan objek vital bandara,” katanya.
Sebagai langkah teknis, pihak bandara juga telah mengantisipasi rencana pengaturan parking stand bagi pesawat-pesawat yang terdampak, dengan mengalokasikan ruang untuk 5 pesawat udara dari 3 maskapai tersebut. Imbauan bagi Calon Penumpang
Pihak bandara meminta masyarakat, khususnya calon penumpang internasional, untuk tetap tenang namun waspada terhadap perubahan jadwal yang sangat dinamis.
“Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan,” tutupnya.
Berikut adalah rincian jadwal penerbangan yang mengalami pembatalan:
Daftar Keberangkatan (Departure):
– Emirates EK369 (28 Feb) rute Denpasar (DPS) – Dubai (DXB)
– Etihad Airways EY477 (28 Feb) rute Denpasar (DPS) – Abu Dhabi (AUH)
– Qatar Airways QR963 (28 Feb) rute Denpasar (DPS) – Doha (DOH)
– Qatar Airways QR961 (1 Mar) rute Denpasar (DPS) – Doha (DOH)
– Emirates EK399 (1 Mar) rute Denpasar (DPS) – Dubai (DXB)
– Emirates EK369 (1 Mar) rute Denpasar (DPS) – Dubai (DXB)
– Etihad Airways EY477 (1 Mar) rute Denpasar (DPS) – Abu Dhabi (AUH)
– Emirates EK399 (2 Mar) rute Denpasar (DPS) – Dubai (DXB)
Daftar Kedatangan (Arrival):
– Etihad EY476 (1 Mar) rute Abu Dhabi (AUH) – Denpasar (DPS)
– Emirates EK368 (1 Mar) rute Dubai (DXB) – Denpasar (DPS)
– Emirates EK398 (1 Mar) rute Dubai (DXB) – Denpasar (DPS)
– Qatar Airways QR960 (1 Mar) rute Doha (DOH) – Denpasar (DPS)
– Qatar Airways QR961 (2 Mar) rute Doha (DOH) – Denpasar (DPS)
– Emirates EK368 (2 Mar) rute Dubai (DXB) – Denpasar (DPS)
– Emirates EK398 (2 Mar) rute Dubai (DXB) – Denpasar (DPS)
(Parwata/balipost)










