Beberapa anak mengamati ogoh-ogoh di Banjar Poh Gading, Denpasar. Ogoh-ogoh ini merupakan salah satu ogoh-ogoh yang masuk nominasi 16 besar dan akan ikut parade di Kasanga Festival 2026 mendatang. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penilaian ogoh-ogoh dalam pelaksanaan Kasanga Festival 2026 Kota Denpasar rampung. Panitia menetapkan 16 terbaik.

Dalam penilaian yang melibatkan 5 orang juri tersebut, ogoh-ogoh karya ST Cantika Banjar Sedana Mertha, Kelurahan Ubung, Denpasar Utara, keluar sebagai peraih nilai tertinggi. Kualitas karya para pemuda di Denpasar tahun ini mengalami peningkatan.

Hal tersebut diakui Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, Anak Agung Made Angga Harta Yana saat diwawancarai, Sabtu (28/2/).

Menurutnya, secara umum kualitas karya ogoh-ogoh tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Baik dari sisi tingkat kesulitan, kreativitas garapan, hingga detail finishing, dinilai semakin matang. “Seluruh karya adik-adik yowana luar biasa. Tingkat ekstrem, kreativitas, dan penyelesaian akhir sangat meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Berdasarkan berita acara penetapan yang diterbitkan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, ST Cantika, Kelurahan Ubung meraih nilai tertinggi dengan mencatatkan skor 456,6. Posisi berikutnya ditempati ST Yowana Sawitra, Abiantimbul, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat dengan nilai 445,2, disusul ST Eka Dharma, Banjar Saih, Desa Peguyangan Kaja Denpasar Utara dengan nilai 441,25.

Baca juga:  Pemangku Pura Luhur Puncak Kembar Ditemukan Tak Bernyawa 

Kemudian peringkat keempat diraih ST Sukarela Banjar Kepisah, Pedungan dengan nilai 440,8. Posisi kelima ditempati ST Satya Dharma Banjar Pekandelan, Sanur Kaja dengan nilai 440,75. Peringkat keenam diraih ST Yowana Kertha Yoga Banjar Panti Gede, Pemecutan Kaja dengan nilai 436,7.

Di urutan ketujuh terdapat ST Dharma Cita Banjar Abian Kapas Tengah, Sumerta dengan nilai 435,85. Posisi kedelapan diraih ST Swastika Banjar Pekambingan, Dauh Puri dengan nilai 433,5. Peringkat kesembilan ditempati ST Dharma Santika Banjar Tembawu Kelod, Penatih dengan nilai 432,35.

Baca juga:  Dianggap Kebablasan, Klungkung Diminta Kendalikan Pariwisata Lembongan

Selanjutnya posisi kesepuluh diraih ST Eka Cita Banjar Abian Kapas Kaja, Sumerta dengan nilai 429,5. Peringkat kesebelas ditempati ST Taruna Dharma Castra Banjar Tengah, Sidakarya dengan nilai 429,1. Di posisi kedua belas ada ST Swadharmita Banjar Cerancam, Kesiman dengan nilai 429,05.

Peringkat ketiga belas diraih ST Dwi Tunggal Banjar Antap, Panjer dengan nilai 428,95. Posisi keempat belas ditempati ST Bineka Banjar Binoh Kelod, Ubung Kaja dengan nilai 427,15. Selanjutnya ST Semadhi Dharma Putra Banjar Pohgading, Ubung Kaja berada di peringkat kelima belas dengan nilai 427. Sementara itu, ST Mekar Sari Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu melengkapi daftar 16 besar dengan nilai 420,3.

Seleksi digelar selama empat hari di empat kecamatan di Kota Denpasar. Proses penilaian, menurut Gung Angga, sempat dihadapkan pada kendala hujan deras, terutama saat penjurian di wilayah Denpasar Timur, Denpasar Selatan, dan Denpasar Barat.  Meski demikian, seluruh tahapan penilaian dapat diselesaikan dengan baik. “Cuaca memang menjadi tantangan, namun tidak mengurangi objektivitas dan kualitas penilaian,” tegasnya.

Baca juga:  Di TPS Puspayoga dan Rai Mantra, Jokowi-Ma'ruf Amin Kuasai Mayoritas Suara

Sebanyak 16 besar nominasi ini selanjutnya akan tampil dalam parade pada rangkaian Kasanga Festival di kawasan Catur Muka, Lapangan Puputan Badung, Denpasar 6 hingga 8 Maret nanti. Konsep parade tahun ini bersifat Karnaval atau ‘garap berjalan’, tanpa ruang berhenti atau menetap di satu titik.

Dari 16 finalis tersebut nantinya akan ditetapkan enam juara terbaik, yakni Juara I, II, III, dan Harapan I, II, III. “Tidak ada space untuk diam. Setiap jengkal jalur parade akan menampilkan koreografi masing-masing sekaa teruna,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN