Dewa Agung Purnama. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PMD PPKB) Kabupaten Bangli mematangkan kesiapan pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak tahun 2026. Sebanyak sembilan desa di Kabupaten Bangli dipastikan akan melaksanakan pemungutan suara pada Juni mendatang.

Kepala Dinas PMD PPKB Bangli, Dewa Agung Purnama, mengungkapkan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Kejaksaan, TNI, Polri, serta tim Pemda yang melibatkan Kesbangpol, Bagian Hukum, Pemerintahan, BKPAD, camat, hingga pendamping desa Jumat (27/2).

Baca juga:  Inflasi Juni Tetap Dalam Rentang Target Pemerintah

Dalam rapat itu pihaknya menyampaikan tahapan pelaksanaan pilkel termasuk meminta dukungan keamanan dari TNI, Polri, serta Satpol PP yang membawahi Linmas agar pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa tersebut berjalan aman dan lancar.

Dewa Agung Purnama menjelaskan bahwa tim kabupaten yang telah dibentuk akan segera turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi pelaksanaan pilkel ke masyarakat. “Mulai 5 Maret 2026, tim akan turun ke 9 desa secara bertahap untuk melakukan sosialisasi dengan mengumpulkan tokoh masyarakat,” terangnya.

Baca juga:  Puluhan Tahun Mengabdi di Gianyar

Pilkel serentak dijadwalkan berlangsung pada Juni. Jika tidak ada kendala, pelantikan perbekel terpilih direncanakan berlangsung Juli. Saat ini tahapan pilkel sudah memasuki pembentukan panitia di tingkat desa.

Dari sembilan desa yang menyelenggarakan Pilkel, mayoritas berada di wilayah Kintamani yakni Desa Belantih, Binyan, Bonyoh, Dausa, Desa Subaya, Desa Pinggan, Kintamani, dan Abang Batundinding. Sedangkan satu desa lainnya yang juga melaksanakan pilkel yakni Desa Bunutin di Kecamatan Bangli.

Baca juga:  Pilkel Serentak

Dewa Agung Purnama menyebutkan bahwa desa hasil pemekaran, seperti Desa Pulasari, belum bisa mengikuti kontestasi tahun ini. Pilkel di desa tersebut dipastikan akan dilaksanakan di tahun berikutnya. “Tahun ini hanya 9 desa. Nanti di 2027 akan ada pilkel di 40 desa lebih,” tandasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN