OGOH-OGOH - Seorang pemuda sedang menyiapkan kelengkapan ogoh-ogoh di Banjar Lebak, Dalung, Badung. Ogoh-ogoh tersebut mengambil inspirasi dari cerita Bhukala. (BP/Eka Adhiyasa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemenang lomba ogoh-ogoh tingkat zona di Kabupaten Badung resmi diumumkan. Pengumuman tersebut dilakukan setelah panitia dan dewan juri menuntaskan proses penilaian terhadap ogoh-ogoh yang tersebar di tujuh zona penilaian.

Setiap zona menetapkan tiga nominasi terbaik yang nantinya akan kembali berkompetisi pada ajang Badung Caka Fest. Festival tahunan ini dijadwalkan berlangsung di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung (Puspem Badung) pada 6–8 Maret 2026.

Pejabat Fungsional Pamong Budaya pada Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Made Adi Adnyana membenarkan bahwa hasil penilaian dewan juri di masing-masing zona sudah diumumkan. Tiga terbaik dari setiap zona dipastikan melaju ke babak final pada Badung Caka Fest.

“Pengumuman sudah dilakukan oleh dewan juri pada masing-masing zona. jadi seperti tahun lalu, setiap zona dipilh tiga besar dan tiga terbaik ini akan mengikuti lomba di Puspem Badung,” ujar Adi Adnyana saat dikonfirmasi, Kamis (26/2).

Baca juga:  MBG Disalurkan ke Sekolah Rakyat

Menurutnya, proses penilaian yang dilakukan dewan juri telah mengikuti prosedur yang berlaku. Seluruh keputusan diambil berdasarkan hasil penilaian objektif di lapangan.

Namun demikian, pada tahun 2026 ini masih terdapat sejumlah sekaa teruna yang tidak mengajukan dana kreativitas yang telah disediakan oleh pemerintah daerah. “Tahun ini dari 597 sekaa teruna dan yowana di Kabupaten Badung, tercatat ada 14 tidak mengajukan dana kreativitas,” ucapnya.

Adi Adnyana tidak merinci nama-nama sekaa teruna yang tidak mengajukan dana tersebut. Ia hanya menjelaskan bahwa sebagian wilayah sedang melaksanakan upacara adat sehingga tidak membuat ogoh-ogoh pada tahun ini.

Baca juga:  Optimalkan Pajak Restoran, Bapenda Pasang Alat Perekam Transaksi Non Tunai

“Jadi untuk yang mengajukan sekarang wajib mengumpulkan laporan pertanggungjawaban, karena semua itu juga sebagai syarat dalam pengajuan di tahun berikutnya,” bebernya.

Sementara itu, tiga nominasi terbaik pada masing-masing zona telah ditetapkan oleh dewan juri. Pada Zona 1, tiga terbaik adalah ST Kertha Santhi Desa Petang, ST Swantika Budaya Desa Selat, dan Yowana Dharma Kencana, Kecamatan Petang. Zona 2 dimenangkan oleh ST Bhaksi Yowana Kecamatan Abiansemal, ST Adnya Putra Desa Darmasaba, serta ST Puta Laksankan Desa Darmasaba.

Untuk Zona 3, tiga terbaik yakni ST Tunas Remaja Desa Penarungan, ST Darma Satya Desa Mengwitani, dan ST Yowana Dharma Sesana Desa Mengwitani. Zona 4 terdiri dari ST Eka Putra Desa Lukluk, ST Bhakti Karya Desa Munggu, dan ST Putra Baruna Desa Pererenan.

Baca juga:  Ogoh-ogoh, Bhuta Kala, Inovasi, dan Animatronika

Selanjutnya pada Zona 5, tiga terbaik yakni ST Yowana Wiweke Permai Desa Kerobokan, ST Darma Winangun Desa Dalung, dan ST Eka Dharma Castra Desa Tibubeneng. Zona 6 menetapkan ST Yowana Giri Kelurahan Kuta, ST Putra Darma Jati Kelurahan Kerobokan, dan ST Eka Bhuwana Tunggal Budi Kaja Kelurahan Seminyak sebagai tiga terbaik. Sedangkan pada Zona 7, tiga nominasi terbaik yakni ST Bhakti Darma Desa Pecatu, ST Bhuwana Kusuma Desa Bualu, dan ST Astiti Yoga Sentana Desa Kampial. (Parwata/balipost)

BAGIKAN