
NEGARA, BALIPOST.com – Duka menyelimuti kediaman almarhumah Ni Made Dwi Ariawati (36) di Banjar Petapan Kelod, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kamis (19/2). Di halaman rumah duka mulai tampak persiapan upacara, ditandai pemasangan tenda beratap seng biru dan penataan sejumlah meja oleh pihak keluarga.
Kabar wafatnya pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Pergung yang meninggal dunia di Rusia tersebut mengejutkan keluarga dan warga sekitar. Suasana rumah duka terlihat lengang, namun keluarga telah bersiap menunggu kepastian pemulangan jenazah.
Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya almarhumah yang akrab disapa Dek Wati itu masih menunggu keterangan resmi dari pihak rumah sakit di Rusia. Informasi detail terkait penyebab kematian dan jadwal pemulangan direncanakan disampaikan Jumat (20/2).
Pihak perusahaan tempat almarhumah bekerja disebut akan menangani administrasi sekaligus biaya pemulangan ke Indonesia.
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, Produktivitas dan Transmigrasi (P3T) Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Jembrana, Putu Agus Arimbawa, Jumat (20/2), mengatakan proses pemulangan masih menunggu dokumen air waybill.
Suami almarhumah, I Wayan Joki Angga Dipayana (46), mengaku terpukul atas kepergian istrinya. Sebelum bekerja ke luar negeri, Dek Wati dikenal sebagai juru masak dan berjualan nasi bungkus yang dipasarkan ke sejumlah sekolah di sekitar desa.
Keputusan bekerja ke Rusia diambil demi membantu perekonomian keluarga. “Pertengahan Agustus 2025, istri saya berangkat secara mandiri bersama tiga warga Bali lainnya dengan kontrak kerja tiga tahun,” katanya.
Keberadaan kerabat di Rusia menjadi salah satu pertimbangan keberangkatannya. Menurutnya, keinginannya kuat sekali untuk bekerja di luar negeri demi ekonomi keluarga. Ia menuturkan, kabar duka diterimanya bertepatan dengan hari ulang tahun sang istri, 14 Februari 2026. Komunikasi terakhir dilakukan melalui panggilan video pada hari tersebut. Bahkan, keduanya sempat bercanda merencanakan perayaan ulang tahun sepulangnya nanti.
Menurutnya, sebelum berangkat kondisi kesehatan istrinya dinyatakan baik setelah menjalani pemeriksaan medis. Namun selama bekerja di Rusia, almarhumah sempat mengeluhkan kelelahan akibat tingginya aktivitas kerja.
Keluarga kini terus berkoordinasi dengan kerabat di Rusia dan pihak agen penyalur tenaga kerja, sembari menunggu kepastian jadwal pemulangan. Pemerintah Kabupaten Jembrana akan memfasilitasi penjemputan jenazah dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju rumah duka menggunakan ambulans setelah jadwal tiba dipastikan.
“Saat ini masih di rumah sakit di sana. Kami berharap segera ada kepastian agar bisa dipulangkan dan dilaksanakan upacara pengabenan di rumah,” ujarnya.
Kepergian Dek Wati meninggalkan dua anak yang masih remaja, yakni I Putu Deo Pratama (19) dan Ni Kadek Deandra Dewi (15). Keluarga berharap jenazah dapat segera tiba di Bali untuk selanjutnya dilakukan prosesi pengabenan sesuai adat Hindu Bali. (Surya Dharma/balipost)










