
SINGASANA, BALIPOST.com – Pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Kabupaten Tabanan yang dimulai sejak 9 Februari 2026, terus menunjukkan progres. Dari total 1.300 dosis vaksin yang diterima, sebanyak 1.150 dosis atau sekitar 88,4 persen telah terealisasi.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, drh. I Gede Eka Parta Ariana, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja tim di lapangan yang menyasar sentra-sentra populasi ternak sapi. “Sejak dimulai 9 Februari lalu, vaksinasi terus kami genjot. Dari 1.300 dosis yang tersedia, 1.150 dosis sudah terealisasi. Sisanya masih dalam proses penjadwalan di beberapa wilayah,” ujar Parta Ariana, Jumat (20/2).
Berdasarkan data, realisasi vaksinasi tersebar di tiga kecamatan. Kecamatan Marga mencatat capaian tertinggi dengan total 480 dosis, disusul Selemadeg Timur sebanyak 370 dosis, serta Kediri 300 dosis. Sementara tujuh kecamatan lainnya masih dalam tahap persiapan dan penjadwalan.
Secara rinci, di Kecamatan Kediri vaksinasi tahap I sebanyak 45 dosis, tahap II 7 dosis, tahap III sebanyak 6 dosis, tahap IV sebanyak 5 dosis dan tahap V 237 dosis dengan total capaian 300 dosis.
Di Kecamatan Marga, capaian tersebar pada tahap I sebanyak 124 dosis, tahap II 80 dosis, tahap III 35 dosis, tahap IV 2 dosis, tahap V 15 dosis, dan tahap VI 224 dosis dengan total 480 dosis. Sedangkan di Selemadeg Timur, vaksinasi tahap I hingga V masing-masing 61, 67, 50, 124, dan 68 dosis dengan total 370 dosis.
Adapun estimasi populasi sapi di Kabupaten Tabanan sebanyak 40.042 ekor. Populasi terbesar ada di Kecamatan Baturiti sebanyak 12.325 ekor, disusul Penebel 7.798 ekor dan Marga 4.680 ekor.
Parta Ariana menegaskan, meskipun kasus PMK relatif terkendali, vaksinasi tetap menjadi langkah preventif untuk mencegah potensi penyebaran. “Kami tidak ingin lengah. Vaksinasi ini bagian dari upaya perlindungan populasi ternak agar tetap sehat dan produktif,” tegasnya.
Untuk mempercepat cakupan, Pemerintah Provinsi Bali dijadwalkan menambah 3.900 dosis vaksin PMK lanjutan. Tambahan tersebut ditargetkan rampung tersalurkan hingga pertengahan Maret 2025 mendatang.
Tambahan itu rencananya akan diperluas ke seluruh kecamatan, terutama wilayah dengan populasi ternak tinggi. Tim lapangan juga terus melakukan edukasi kepada peternak agar proaktif melaporkan kondisi ternak dan mendukung pelaksanaan vaksinasi. “Target kami seluruh dosis yang tersedia dapat terserap maksimal dan cakupan vaksinasi semakin merata,” jelasnya.
Sementara itu, untuk vaksinasi rabies pada hewan penular rabies, Parta Ariana menyebutkan sementara waktu dihentikan, kecuali dalam kondisi darurat. “Vaksinasi rabies reguler kami hentikan sementara karena fokus pada penanganan PMK. Namun jika ada kasus gigitan atau situasi darurat, penanganan dan vaksinasi tetap kami lakukan sesuai prosedur,” pungkasnya. (Dewi Puspawati)










