Sejumlah material untuk pengurugan lahan parkir di areal buffer zone Terminal Kargo (Gelung Kori) Gilimanuk. (BP/istimewa)

 

NEGARA, BALIPOST.com – Kendati intensitas penyeberangan di Selat Bali terpantau masih landai, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Jembrana mulai melakukan persiapan sarana prasarana menjelang arus mudik dan arus balik lebaran. Seperti optimalisasi Parkir Kargo Gilimanuk yang akan difungsikan sebagai buffer zone (zona penyangga) guna mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik mendatang.

Perbaikan landasan parkir yang sebelumnya bergelombang dan berlubang mulai dikerjakan secara bertahap, Rabu (18/2). Sejumlah titik yang mengalami kerusakan ditimbun dengan material tanah dan pasir untuk meratakan permukaan, sehingga layak digunakan sebagai kantong parkir sementara sebelum kendaraan diarahkan menuju pelabuhan.

Baca juga:  Jarang Dilewati, Jalan Beton di Perancak Terbelah

Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah mengatakan percepatan persiapan ini dilakukan mengingat momentum arus mudik tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Kondisi tersebut menuntut kesiapan sarana pelabuhan yang lebih ekstra agar tidak terjadi penumpukan yang tidak terkendali.

“Selain di dalam areal pelabuhan maupun fasilitas pendukung di luar. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan Jembrana terus dimantapkan untuk pembagian tugas di Parkir Kargo yang menjadi pusat buffer zone,” terang Didi.

Baca juga:  Kinerja Tangguh Terus Dibuktikan BRI, Permodalan dan ROE Juga Kuat

Didi menambahkan, pihak ASDP mengambil peran untuk memastikan aspek pencahayaan di lokasi tersebut. “Kami bertanggung jawab untuk pengadaan lampu penerangan sementara di areal Parkir Kargo agar pemudik tetap merasa aman dan nyaman saat malam hari,” imbuhnya.

Di sisi lain, perbaikan infrastruktur landasan parkir menjadi ranah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Penataan Permukiman dan Perhubungan Jembrana. Kabid Perhubungan, I Gusti Putu Widana, mengatakan pengerjaan fisik di lapangan sudah berjalan.

Perbaikan meliputi penimbunan kubangan, yakni area parkir yang rusak mulai diuruk dengan material secara bertahap agar permukaan lebih rata. Selanjutnya perbaikan sejumlah fasilitas penunjang di dalam parkir kargo untuk menunjang kebutuhan pemudik.

Baca juga:  Shalat Tarawih Terakhir di Kuta Berlangsung Khusyuk di Tengah Nyepi

Diharapkan, pengerjaan dikebut agar tuntas sebelum puncak arus mudik tiba, sehingga tidak ada kendala teknis saat volume kendaraan mulai meningkat. “Targetnya saat arus mudik mulai padat, seluruh fasilitas di buffer zone sudah siap beroperasi penuh,” tambahnya.

Langkah antisipatif ini diharapkan mampu memecah kepadatan di jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk, sehingga operasional penyeberangan tetap berjalan lancar meski di tengah peningkatan volume kendaraan. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN