
NEGARA, BALIPOST.com – Upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1617/Jembrana. Memasuki hari ketujuh, Rabu (18/2), Satgas TMMD memfokuskan seluruh kekuatan untuk mempercepat penyediaan sumber air bersih bagi warga di Banjar Tibu Beleng Tengah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.
Fokus pengerjaan di lapangan bertumpu pada pembangunan fasilitas sumur bor yang berlokasi di area Jalan Sinta. Proyek ini dinilai sangat vital mengingat akses air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga setempat guna menunjang kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Meski progres di lapangan menunjukkan tren positif, tim teknis sempat menghadapi tantangan berat. Medan yang keras menyebabkan kerusakan pada gigi pengerukan mata bor. Namun, tim teknis bergerak sigap melakukan perbaikan darurat agar proses penetrasi tanah tetap berjalan sesuai jadwal. “Air bersih adalah urusan mendasar, jadi perbaikan alat langsung kami eksekusi di lokasi agar pengerjaan tidak stagnan,” ujar salah satu anggota Satgas.
Saat ini kedalaman pengeboran telah menyentuh angka 47 meter. Secara kumulatif, total capaian fisik untuk sasaran sumur bor ini telah mencapai angka 45 persen. Selain pengeboran, Satgas juga melakukan percepatan pada aspek struktural bangunan pendukung seperti penuntasan pengecoran tiang dan sloof bagian atas pintu guna memastikan bangunan rumah pompa kokoh.
Serta pemasangan dinding batako hingga batas sloof atas untuk menuntaskan kerangka utama bangunan. Dandim 1617/Jembrana, Letkol Inf Sy. Gafur Thalib selaku Dansatgas TMMD mengapresiasi kegigihan anggota di lapangan yang tidak lantas berhenti saat alat mengalami kendala. “Setiap tetes keringat yang kalian keluarkan di Desa Penyaringan ini adalah investasi kesejahteraan bagi masyarakat. Kesulitan teknis adalah hal biasa, namun pengabdian kita tidak boleh ada batasnya,” ujarnya kepada jajaran.
Dansatgas juga menghimbau prajurit untuk tetap menjaga kesehatan dan memperhatikan faktor keamanan. Program TMMD ke-127 menurutnya bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik. Kehadiran para prajurit di tengah masyarakat Desa Penyaringan menjadi pemantik kembali kuatnya semangat gotong royong. Sinergi antara TNI dan warga dalam menggarap sumber air ini diharapkan menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI yang berdampak langsung pada kesejahteraan jangka panjang masyarakat di wilayah Kecamatan Mendoyo. (Surya Dharma/balipost)










