
AMLAPURA, BALIPOST.com – Pembatasan tonase pengiriman pupuk bersubsidi ke daerah-daerah, khususnya ke Kabupaten Karangasem berimbas pada petani mengingat sekarang ini memasuki musim tanam.
Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, I Putu Gede Suwata Berata mengakui pembatasan tonase distribusi pupuk bersubsidi tersebut. Kata dia, pendistribusian pupuk subsidi berpotensi molor, terlebih karena cuaca ekstrem dan jarak yang jauh. ”Sekarang tonase kiriman pupuk dibatasi jadi 4,5 ton,” ucap Suwata Berata.
Suwata Berata mengatakan, sebelumnya sekali pengiriman, truk pengangkut pupuk subsidi bisa memuat sampai 10 ton.
“Saya sudah berbicara dengan pihak Pupuk Indonesia bagaimana menyiasati ini. Kalau tidak dicarikan solusi, petani pasti menyalahkan kami,” katanya.
Ia menjelaskan, proses pengiriman pupuk dari Palembang ke Bali memakan waktu yang cukup lama. Selain itu, gudang penyimpanan pupuk untuk Kabupaten Karangasem berada di Klungkung. ”Itu berbagi dengan tiga kabupaten, yakni Bangli, Klungkung dan Karangasem. Kalau sebelumnya sempat disimpan di Karangasem, tapi sekarang sudah ditaruh di Klungkung,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya sempat memberikan masukan agar kondisi ini tidak menjadi masalah yang terus berulang. Meski distribusi pupuk bukan menjadi kewenangan Dinas Pertanian, namun saat terjadi masalah, petani akan mengadu ke Dinas Pertanian.
“Saya sempat berikan masukan. Kalau memang tonase dipangkas, kata petani kenapa tidak menambah armada, membuat gudang di Karangasem,” imbuh Suwata Berata. (Eka Parananda/balipost)










