
DENPASAR, BALIPOST.com – Pelaku pariwisata Bali mengajukan petisi penundaan penutupan TPA Suwung yang dijadwalkan pada 1 Maret 2026 kepada Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka. Aspirasi tersebut disampaikan saat pertemuan yang berlangsung di Politeknik Pariwisata Bali pada Jumat (13/2).
Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali, I Putu Winastra mengatakan, petisi tersebut diinisiasi bersama sejumlah organisasi pariwisata yang tergabung dalam BTP GIPI Bali. Dokumen itu telah ditandatangani oleh 32 pemangku kepentingan pariwisata.
Menurutnya, penundaan penutupan TPA Suwung diperlukan sambil menunggu kesiapan sistem pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Jika penutupan dilakukan sebelum sistem baru siap, dikhawatirkan akan terjadi penumpukan sampah yang berdampak pada kebersihan dan citra destinasi.
“Kalau memang ditutup sementara pengelolaan penggantinya belum siap, sampah bisa meluber ke mana-mana. Ini tentu memberikan citra buruk terhadap pariwisata Bali,” ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan sampah menjadi perhatian utama pelaku industri karena berkaitan langsung dengan kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan destinasi. Selain isu sampah, pelaku pariwisata juga menyampaikan persoalan harga tiket pesawat yang dinilai masih tinggi serta perlunya sinkronisasi kebijakan infrastruktur dan perizinan dari pusat hingga daerah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Winastra menyebut Wapres Gibran memberikan perhatian khusus pada persoalan sampah. Dalam pertemuan itu, Wapres Gibran menyampaikan bahwa pembahasan lebih lanjut akan segera dilakukan dan kemungkinan diagendakan pada pekan depan di Istana untuk pengambilan keputusan.
Dikutip dari keterangan tertulisnya, Wapres menegaskan bahwa penanganan sampah memerlukan langkah cepat dan terkoordinasi, mengingat urgensinya terhadap citra dan daya saing pariwisata Bali.
“Sampah, nanti minggu depan langsung kita rapatkan gitu ya. Ini urgent (penting) sekali, urgent sekali ini harus segera dirumuskan. Karena sekali lagi Bapak-Ibu kuartal 1 ini sangat penting sekali ya untuk sektor pariwisata,” tegas Wapres.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Bali yang telah menindaklanjuti arahan Presiden terkait kebersihan kawasan wisata, khususnya pantai.
“Terima kasih sekali Pak Gubernur sudah menindaklanjuti arahan dari Pak Presiden terkait kebersihan pantai di Bali,” ucap Wapres.
“Ini sangat penting Pak untuk menjaga Bali yang kita cintai ini,” tutupnya.
Terkait penanganan sampah, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardana mengungkapkan sedang menyiapkan instalasi pengolahan sampah Waste to Energy (WtE) di tiga daerah, termasuk Bali sebagai salah satu lokasi yang akan memulai proses tersebut pada Maret 2026.
“Kami harap Pak Gubernur jangan menutup dulu TPA Suwung, sampai program Waste to Energy benar-benar jalan,” kata Menteri Pariwisata menjawab keluhan para pelaku pariwisata di Bali.
Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi pelaku pariwisata Bali menyampaikan langsung berbagai persoalan yang tengah dihadapi industri, khususnya terkait pengelolaan sampah yang dinilai mendesak untuk segera ditangani secara terpadu. (Widiastuti/Ketut Winata/balipost)










