
MANGUPURA, BALIPOST.com – Tren kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata unggulan di Bali mulai bergerak naik pada awal tahun 2026. Aktivitas wisatawan yang kembali ramai menunjukkan optimisme pemulihan sektor pariwisata, seiring meningkatnya kepercayaan bepergian dan pengelolaan kawasan yang semakin tertata.
Di kawasan Pura Luhur Uluwatu, lonjakan kunjungan mulai terlihat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Manajer Pengelola DTW Kawasan Luar Pura Luhur Uluwatu, I Wayan Wijana menyebut, antusiasme wisatawan pada awal 2026 meningkat dibandingkan 2025. Tahun lalu, kunjungan tercatat menurun sekitar 1 persen dibandingkan 2024 atau berkurang sekitar 97 ribu wisatawan dalam setahun.
Penurunan tersebut didominasi wisatawan domestik yang diperkirakan dipengaruhi cuaca ekstrem. “Mungkin karena cuaca ekstrem. Itu memang berpengaruh, meskipun secara keseluruhan tamu mancanegara masih menunjukkan angka yang signifikan,” ucap Wijana pada Jumat (13/2).
Sepanjang 2025, DTW Uluwatu mencatat kunjungan lebih dari 2,5 juta wisatawan. Jika dibandingkan total kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali yang mencapai lebih dari 6 juta orang, kontribusi Uluwatu sekitar 27,4 persen. “Jadi kontribusi kita untuk kunjungan di Bali itu cukup baik,” katanya.
Memasuki awal 2026, rata-rata kunjungan harian mencapai sekitar 4.000 orang, bahkan sempat menyentuh 5.000 orang per hari. Peningkatan juga mulai terasa menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577, meski cuaca masih menjadi kekhawatiran wisatawan. “Kami di DTW Uluwatu sudah melakukan langkah-langkah seperti pemangkasan dan perapian pohon, guna menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” bebernya.
Pengelola juga menyesuaikan harga tiket sesuai peraturan daerah sejak awal tahun. Tarif domestik naik dari Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu, sedangkan mancanegara dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu.
“Target 2026 kita tetap di angka 2 juta lebih. Dengan harapan, lebih tinggi dari capaian 2025. Mudah-mudahan situasi secara global mendukung pertumbuhan kunjungan ini. Harapan kita demikian,” pungkasnya.
Kondisi serupa terlihat di DTW Alas Pala Sangeh, Kecamatan Abiansemal. Ketua pengelola, Ida Bagus Gede Pujawan mengatakan, lonjakan kunjungan mulai tampak sejak libur akhir tahun, terutama dari wisatawan domestik.
Ia menilai peningkatan belum maksimal karena minat kunjungan ke Bali belum sepenuhnya pulih. Karena itu, seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan menjaga taksu Bali dengan memperkuat kebersihan dan keamanan destinasi.
Sepanjang 2025, Sangeh kedatangan 206.444 wisatawan yang didominasi wisatawan mancanegara. Namun pada momen Natal dan Tahun Baru 2025–2026, total kunjungan diakui lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, awal 2026 menjadi momentum kebangkitan kunjungan wisata ke destinasi alam dan budaya di Kabupaten Badung. (Parwata/balipost)










