
DENPASAR, BALIPOST.com – Selain memantau harga dan ketersediaan komoditas pokok di Pasar Badung Jumat (13/2), Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka juga menerima keluhan dari pedagang. Pedagang menyampaikan keluhan terkait keamanan pasar yang masih rawan pencurian.
Keluhan tersebut dari salah seorang pedagang sembako, Ketut Adi Listiari (52). Wanita asal Kelurahan Padangsambian yang telah berjualan selama 15 tahun ini, mengaku sering terjadi kehilangan barang maupun uang di area pasar.
Dia menyampaikan langsung keluhan tersebut saat Wapres berdialog dengan pedagang. “Sering terjadi pencurian, bukan hanya saya, di lantai dua dan area luar juga pernah terjadi. Kami sampai pasang CCTV sendiri, tapi tetap saja masih kecolongan,” ujarnya.
Menurutnya, kerugian akibat pencurian bervariasi, mulai dari kehilangan barang dagangan hingga uang tunai dengan nominal mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta. Dia berharap pengelola pasar dapat menambah jumlah petugas keamanan serta meningkatkan sistem pengawasan.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar IB Kompyang Wiranata mengatakan akan segera mengantensi. Dia mengaku baru menerima informasi detail dari pedagang saat kunjungan berlangsung.
“Kami akan segera atensi dan melakukan rapat internal untuk memaksimalkan pengamanan. Petugas sebenarnya sudah ada, namun jumlahnya masih terbatas sementara pintu masuk pasar cukup banyak,” jelasnya.
Dia menambahkan, meski pasar secara resmi tutup sekitar pukul 16.00 WITA, masih terdapat celah yang dimanfaatkan pelaku pencurian. Ke depan, pengelola akan mengkaji kemungkinan penambahan pagar, optimalisasi CCTV, serta peningkatan jumlah petugas keamanan di titik rawan. “Kita akan liat posisinya mana yang bisa ditambah pagar karena menyangkut keamanan saat keadaan darurat juga,” ujar pria yang akrab disapa Gus Kowi.
Selain keamanan, pengelola pasar juga tengah melakukan pembenahan pengelolaan sampah sesuai arahan Dinas Lingkungan Hidup, termasuk penguatan sistem pemilahan dan rencana penggunaan mesin pencacah sampah. (Widiastuti/balipost)










