
MANGUPURA, BALIPOST.com – Juhaeryah Velina (46), perempuan yang meninggal saat dijambret di Jalan Pengubengan Kauh, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (7/2) pukul 23.28 WITA, ternyata peserta touring.
Korban mengalami cedera kepala berat (CKB) setelah menabrak tiang listrik di sebelah kiri jalan. Velina asal Banten itu meninggal dunia setiba di RSU Garba Med, Kerobokan Kaja.
Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina, Senin (9/2), menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban bersama teman-teman klub motornya sedang touring di Bali. Waktu itu korban mengendarai sepeda motor ADV dan bergerak menuju selatan.
“Korban mengendarai motor sendirian, sedangkan teman-temannya ada di depan maupun belakang. Kuat dugaan korban sudah diintai,” tegas Kompol Agus.
Setibanya di TKP, tiga orang pelaku mengendarai satu sepeda motor Vario dan memepet korban. Selanjutnya, pelaku mencoba menarik tas korban di sebelah kiri. Aksi tarik-menarik pun terjadi dan mengakibatkan motor korban oleng ke kiri lalu menabrak tiang listrik. Sementara, motor yang dikendarai pelaku jatuh ke sisi kanan jalan.
“Korban oleng ke kiri menabrak tiang listrik, sedangkan motor pelaku oleng ke kanan terjatuh di badan jalan. Pelaku gagal menarik tas korban dan takut dipergoki warga, para pelaku langsung kabur,” tegas mantan Kapolsek Kuta ini.
Rombongan touring di belakang korban tiba di TKP setelah pelaku kabur. Korban ditemukan tergeletak dan tidak sadarkan diri di trotoar. Korban langsung dibawa ke RSU Garba Med, Kerobokan.
“Jasad korban sudah dibawa ke Tangerang kemarin. Sampai saat ini belum ada koordinasi lanjutan dengan pihak keluarga maupun teman klub motor korban,” ujarnya.
Kompol Agus menyampaikan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan meminta keterangan saksi-saksi di lokasi dan mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar TKP. Rekaman 14 titik CCTV diamankan. Ia menyampaikan, dari penyelidikan awal, para pelaku diduga pemain pemula dengan modus spontanitas.
“Diduga pelaku ini spontanitas. Mereka beraksi menyasar siapa saja secara spontanitas asal ada kesempatan. Kami belum bisa memastikan dari ketiga pelaku itu siapa yang menarik tas korban,” pungkasnya. (Kerta Negara/balipost)










