Petani di Kintamani sedang memanen kopi. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Pemerintah Pusat tahun ini bakal memberikan bantuan bibit kopi untuk perluasan lahan seluas 200 hektar di Kabupaten Bangli. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibanding alokasi tahun sebelumnya yang hanya seluas 100 hektar.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma, mengatakan bantuan ini akan dikucurkan untuk kelompok tani yang tersebar di wilayah Kintamani khususnya bagian barat, yang masuk dalam zona Indikasi Geografis (IG) Kopi Arabika Kintamani. Penentuan lokasi dan penerima bantuan dilakukan berdasarkan usulan kelompok tani.

Baca juga:  Krama Subak Klawanan Sita Mesin Tambang Illegal

“Pusat memberikan plafon 200 hektar, dan kami memfasilitasi mencarikan calon penerima calon lokasi,” jelasnya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, bantuan tahun ini hanya mencakup bibit saja. Sejak tahun 2025, pemerintah pusat sudah tidak lagi memberikan bantuan paket pupuk organik.

Bantuan bibit kopi ini kemungkinan akan disalurkan pada akhir tahun menyesuaikan kebutuhan musim tanam petani. Nantinya petani akan mendapatkan pendampingan teknis dari tenaga penyuluh lapangan.

Baca juga:  Dokter Ditebas di Aula Puskesmas Abiansemal

“Penanamannya tidak mengelompok dalam satu hamparan, melainkan bersifat sporadis di lahan milik petani,” jelas Wayan Sarma.

Saat ini luas lahan kopi di Bangli mencapai 5.900 hektar. Selain di Kintamani komoditas kopi juga tersebar di beberapa kecamatan lain seperti Desa Landih, Pengotan serta Desa Peninjoan.

Sarma mengatakan bahwa minat petani untuk menanam kopi akhir-akhir ini cenderung meningkat seiring dengan harga jual yang menggiurkan. Pada musim panen terakhir tahun lalu harga kopi gelondong merah berkisar di angka Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Menyalahi Izin Tinggal, Dua WN Turki Dideportasi

 

BAGIKAN