
DENPASAR, BALIPOST.com – Denpasar memang cukup terkenal dengan produksi jagungnya, terutama jagung manis yang dipanen muda untuk sayur. Serapannya pun cukup tinggi untuk pasar lokal, baik tradisional hingga swalayan. Produksi pada 2025 lalu mencapai 4.529,06 ton.
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar A.A. Gde Bayu Brahmastra didampingi Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) I Gusti Agung Anggreni Suwari, Kamis (5/2) mengatakan, produksi jagung manis dilakukan di 3 kecamatan yakni Denpasar Selatan, Denpasar Timur dan Denpasar Barat. Sementara Denpasar Utara belum ada produksi pada 2025 lalu.
Produksi terbanyak ada di Denpasar Timur yakni sebanyak 3.779,04 ton pada luas tanam 383 hektare. Selanjutnya produksi terbanyak kedua ada di Denpasar Selatan dengan luas tanam 74,74 hektare dan produksi mencapai 745,39 ton. Kemudian untuk Denpasar Barat produksi mencapai 4,63 ton dengan luas tanam mencapai 0,3 hektare.
Produksi jagung manis di Denpasar pun terjadi hampir di sepanjang tahun meski jumlah per bulannya berbeda-beda. Pada bulan-bulan tertentu produksi cukup melimpah, seperti pada Februari, Mei, Juni, Agustus, September, November dan Desember produksi rata-rata mencapai di atas 500 ton.
Pada bulan-bulan tertentu produksi di bawah 100 ton. Seperti pada pada Januari produksi hanya 58,30 ton, Oktober hanya 9,9 ton dan Juli tidak ada produksi. Demikian terkait serapan, Agung bayu mengatakan di Denpasar cukup tinggi. Penjualan ke pasar tradisional hingga pasar modern.
Menurutnya kebutuhan jagung di Denpasar cukup tinggi sehingga bisa didatangkan dari daerah lain. “Serapannya jagung di Denpasar tinggi, sehingga produksi hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal. Bahkan banyak yang masih harus didatangkan dari luar Kota Denpasar,” terangnya. (Widiastuti/balipost)










