
DENPASAR, BALIPOST.com – Warga belum lama ini mengeluh kesulitan mendapatkan LPG di tingkat pengecer. Terkait hal itu, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan LPG subsidi 3 kilogram (gas melon) di Kota Denpasar dan sekitarnya aman dan tersedia.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi di Denpasar, Rabu (4/2) menjelaskan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan stok di pangkalan resmi relatif tersedia, sementara kekosongan lebih banyak terjadi di tingkat pengecer.
“Distribusi akhir Pertamina berada di pangkalan. Untuk wilayah Kota Denpasar, stok di pangkalan dipastikan aman dan mencukupi. Kekosongan di pengecer dipengaruhi meningkatnya kebutuhan, terutama dari sektor UMKM, dan kondisi ini sudah beberapa kali terjadi di titik tertentu,” kata Ahad.
Untuk memudahkan masyarakat memperoleh LPG 3 kg, Pertamina mengimbau warga membeli langsung di pangkalan resmi terdekat. Informasi lokasi pangkalan dapat diakses melalui laman resmi subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga menggelar pasar murah LPG 3 kg di sejumlah desa dan kelurahan yang terindikasi mengalami kelangkaan.
Kegiatan ini dilakukan dengan pengawasan perangkat desa setempat dan telah berlangsung sejak 23 Januari 2026.
“Pasar murah sudah dan terus dilaksanakan di wilayah Denpasar Selatan, Barat, dan Timur, serta akan berlanjut hingga 16 Februari 2026, menyesuaikan kebutuhan di lapangan,” ujar Ahad.
Selain itu, koordinasi lintas sektor dilakukan secara intensif hingga tingkat desa dan kelurahan untuk melaporkan wilayah yang mengalami kekosongan stok serta memantau penyaluran elpiji oleh pangkalan resmi.
Pertamina berharap langkah mitigasi ini dapat menjaga kelancaran distribusi LPG 3 kg sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha kecil, tetap terpenuhi. (Suardika/balipost)









