
SINGARAJA, BALIPOST.com – Seorang nelayan ditemukan tewas terapung di wilayah perairan Banjar Dinas Pegametan, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Minggu (1/2) sore.
Korban belakangan diketahui bernama Surahmat (50), warga Banjar Dinas Sumberwangi, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak. Jenazah pertama kali ditemukan oleh sejumlah nelayan yang sedang melaut di sekitar lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, pada Senin (2/2) menjelaskan, para nelayan yang menemukan korban kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada saksi Putu Panca dan Ketut Catra. Menindaklanjuti laporan itu, kedua saksi bersama-sama menuju lokasi menggunakan perahu. “Setibanya di lokasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” jelas Iptu Yohana.
Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dan terapung di laut. Dari mulut korban keluar buih serta darah. Para saksi kemudian mengevakuasi jenazah ke daratan untuk penanganan lebih lanjut.
Saat ditemukan, pakaian yang dikenakan korban masih lengkap, yakni kaos berwarna biru dan celana panjang hitam. Aparat kepolisian bersama petugas medis dari Puskesmas Gerokgak II langsung dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan awal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sementara dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit tertentu. Dengan demikian, korban diduga meninggal dunia akibat kecelakaan laut dan tenggelam.
“Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” terang Iptu Yohana.
Iptu Yohana juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut, terutama kondisi cuaca dan penggunaan alat keselamatan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat beraktivitas di laut. Kami menghimbau nelayan untuk selalu menggunakan alat keselamatan dan memperhatikan kondisi alam demi mencegah kejadian serupa,” tandasnya. (Yudha/balipost)










