Beberapa wisman melihat-lihat suasana dan arsitektur di Museum Bali, Denpasar. Pada 2025, angka kunjungan ke museum ini tercatat mencapai 29.464 orang. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Museum Bali yang menjadi salah satu ikon wisata di Denpasar cukup menggeliat akhir-akhir ini. Jika beberapa tahun lalu lokasi ini diramaikan dengan kegiatan foto pra menikah (prewedding), saat ini museum ini cenderung dikunjungi wisatawan. Bahkan, wisatawan mancanegara (wisman) mendominasi kunjungan pada museum yang terletak di jantung Kota Denpasar ini.

Berdasarkan data yang dihimpun Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Bali Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, tercatat pada tahun 2025 angka kunjungan ke Museum Bali mencapai 29.464 orang. Dari angka tersebut, jumlah wisman mencapai 11.480 orang. Selanjutnya disusul kunjungan pelajar mencapai 10.225 orang.

Baca juga:  Semburan Kembali Terjadi, Kolom Abu Capai 2 Ribu Meter

Sementara, angka kunjungan wisatawan domestic hanya 2.346 orang. Jauh berbeda jika dibandingkan dengan kunjungan pada 2024 lalu yang hanya mencapai 3.617 orang. Terdiri dari 1.991 wisatawan domestik dan 1.626 orang wisman.

Kepala UPTD Museum Bali, Ida Ayu Made Sutariani saat diwawancarai, Senin (2/2), mengatakan, angka kunjungan pada tahun 2025 semakin menggeliat khususnya pada saat libur sekolah. Meski angka kunjungan menunjukkan trend positif, namun permintaan untuk prewedding WNI maupun WNA masih minim saat ini.

Jika dilihat dari data permintaan pada tahun 2025 lalu, hanya 25 kegiatan foro prewedding yang terdiri dari 1 WNA dan 24 WNI. Penurunan permintaan ini disinyalir karena penyesuaian biaya retribusi untuk preewedding meningkat. “Kenaikannya itu sesuai dengan Perda Nomor 1 Tahun 2024 yang telah diberlakukan sejak Januari 2024. Harga reribusinya naik”, jelasnya.

Baca juga:  Siapkan Ribuan Tracer dan Vaksinator COVID-19, Ini Pesan Kapolda

Sutariani lebih lanjut mengatakan, meski ada penyesuaian retribusi dan persaingan dengan destinasi wisata lainnya, pihaknya tetap optimis dapat menggeliatkan angka kunjungan wisatawan ke Museum Bali. Pada tahun 2026 ini pihaknya menargetkan untuk mancanegara sebanyak 9.200 orang, WNI sebanyak 2.596 orang dan pelajar/mahasiswa ditargetkan mencapai 11.800 orang.

Guna mencapai target tersebut pihaknya akan berupaya meningkatkan promosi melalui media sosial, melaksanakan event-event seperti dongeng keliling yang menyasar siswa SD se-Bali. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan program Museum Keliling yang menyasar sekolah-sekolah SMP se-Bali. “Kami juga akan melakukan event-event di museum, salah satunya lomba-lomba dan cerdas cermat, lomba masatua, lomba animasi, seminar dan lainnya,” bebernya.

Baca juga:  5 Berita Koran Bali Post Terbit Hari Ini, Selasa 21 Oktober 2025

Ia menambahkan pada tahun 2026 ini pihaknya juga merencanakan akan melakukan perbaikan terhadap sejumlah bangunan gedung. Anggaran perbaikan untuk tiga gedung tersebut mencapai Rp5 miliar. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN