
DENPASAR, BALIPOST.com – Apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Agung 2026 digelar di halaman Mako Polda Bali, Senin (2/2). Kegiatan tersebut berlangsung hingga 15 Februari dan melibatkan 1.492 personel Polda Bali dan polres jajaran serta didukung instansi terkait lainnya.
Apel tersebut dipimpin Irwasda Polda Bali, Kombes Pol Asep Ahdiatna. Kapolda Bali dalam sambutan yang dibacakan Kombes Asep menyampaikan, sebagai etalase pariwisata sekaligus wajah Indonesia di mata dunia, kamseltibcarlantas di Provinsi Bali memiliki peran yang sangat strategis. Bagi Bali, lalu lintas bukan sekadar urusan mobilitas kendaraan di jalan raya, tetapi merupakan urat nadi perekonomian dan penunjang pariwisata berkualitas.
Di satu sisi, kepadatan lalu lintas menunjukkan bahwa roda perekonomian di bali berjalan dengan baik. Namun di sisi lain, kemacetan lalu lintas juga menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun
wisatawan baik secara material maupun psikologis. Meningkatnya mobilitas kendaraan juga berimplikasi pada meningkatnya angka pelanggaran dan
kecelakaan lalu lintas, baik yang melibatkan
warga lokal maupun wisatawan mancanegara.
“Menurut data Ditlantas Polda Bali, jumlah pelanggaran lalu lintas periode tahun 2024 dan 2025 mengalami peningkatan sebesar 54 persen,” tegas Kombes Asep.
Pelanggaran lalu lintas tidak selalu ditindak dengan tilang, namun senantiasa mengedepankan tindakan teguran dan edukasi kepada pelanggar.Peningkatan angka pelanggaran lalu lintas tahun 2025 juga diikuti oleh peningkatan angka lakalantas sebesar 2 persen.
Kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal biasa karena disamping menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material, tingginya angka lakalantas juga dapat berdampak langsung terhadap citra pariwisata Bali. Menurutnya, selain faktor non teknis/eksternal, masih cukup tingginya angka pelanggaran dan lakalantas menunjukkan kesadaran berlalu lintas masyarakat maupun wisatawan mancanegara di Bali masih kurang.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, saat ini Polda Bali dan jajaran akan melaksanakan Operasi Keselamatan Agung. Kegiatan tersebut mengedepankan upaya preemtif dan preventif secara humanis didukung dengan penegakan hukum secara profesional melalui ETLE.
Sementara itu, sasaran operasi menitikberatkan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan fatalitas lakalantas, pengendara tidak menggunakan helm maupun sabuk pengamanan, mengemudi dalam pengaruh alkohol atau sambil mengoperasikan ponsel. Termasuk perilaku lainnya yang membahayakan pengguna jalan lainnya.
Dengan dilakukannya kegiatan ini diharapkan terwujudnya kamseltibcarlantas yang aman,
nyaman dan selamat menjelang pelaksanaan. Operasi Ketupat Agung 2026. Selain itu, meningkatkan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas guna menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Sementara, Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono menyampaikan, meningkatnya pelanggaran lalu lintas hingga 54 persen tersebut mayoritas atau kebanyakan dilakukan pengendara sepeda motor, diantaranya tanpa helm dan sabuk keselamatan. Termasuk melanggar rambu-rambu lalu lintas.
Pelanggaran yang terjadi saat ini memang dari data Ditlantas Polda Bali dan jajarannya mengedepan ETLE, sehingga untuk penindakan manual tidak dilakukan. Saat ini sudah terpasang 38 ETLE di seluruh Bali. (Kerta Negara/balipost)










