
SINGASANA, BALIPOST.com – Guna meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan lalu lintas (lakalantas), Polres Tabanan akan menggelar Operasi Keselamatan Agung 2026 selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini dilaksanakan menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Kasat Lantas Polres Tabanan, AKP Anton Suherman mengatakan, operasi ini menyasar berbagai potensi gangguan yang berpeluang menimbulkan pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas, baik sebelum, saat, maupun pascapelaksanaan operasi. Sasaran meliputi potensi gangguan (PG), ambang gangguan (AG), hingga gangguan nyata (GN) yang kerap menjadi pemicu laka lantas.
“Operasi ini bertujuan membangun budaya tertib berlalu lintas di masyarakat serta menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan, khususnya menjelang hari raya besar keagamaan yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat,” ujar AKP Anton Suherman, Sabtu (31/1).
Dalam Operasi Keselamatan Agung 2026, Satlantas Polres Tabanan juga telah memetakan sejumlah titik rawan yang menjadi perhatian petugas di lapangan. Untuk titik rawan kecelakaan, terdapat di simpang dadakan–simpang Gerokgak, KM 15,6 hingga KM 20,1 pada ruas Jalan A. Yani–Jalan Ir. Soekarno.
Sementara itu, titik rawan kemacetan teridentifikasi di simpang dadakan hingga traffic light Kediri, KM 15,6 sampai KM 17,5 di Jalan A. Yani, yang kerap mengalami kepadatan arus lalu lintas pada jam-jam tertentu. Adapun titik rawan pelanggaran lalu lintas berada di simpang Rindam hingga simpang Wagimin, KM 1,2 pada ruas Jalan Gatot Subroto, yang selama ini masih ditemukan pengendara melanggar aturan lalu lintas.
Kata AKP Anton, pada operasi ini, Polres Tabanan akan tetap mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif secara humanis, disertai edukasi kepada masyarakat agar semakin sadar pentingnya keselamatan berlalu lintas. Masyarakat juga tetap diimbau untuk mematuhi aturan dan melengkapi kelengkapan berkendara demi keselamatan bersama. (Puspawati/balipost)










