Dishub Badung dan instansi terkait membahas uji coba rekayasa lalu lintas di puspem untuk mengurai kemacetan saat jam pulang ASN. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kepadatan kendaraan saat jam pulang kerja di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung menjadi perhatian serius. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung kini menyiapkan langkah strategis berupa uji coba rekayasa lalu lintas guna mengurai kemacetan yang kerap terjadi setiap sore.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang digelar di ruang rapat Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Kamis (23/7). Melalui skema ini, Dishub ingin memastikan arus kendaraan tetap lancar tanpa mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya.

Uji coba akan diterapkan pada jam bubaran pegawai, yakni setiap Senin hingga Kamis pukul 16.00–17.00 WITA, serta khusus hari Jumat pukul 12.00–13.00 WITA. Fokus utama rekayasa ini berada pada pengaturan akses keluar kendaraan dari kawasan Puspem.

Dalam skema yang dirancang, kendaraan yang keluar dari gerbang selatan dengan tujuan menuju patung Hanoman akan dialihkan melalui gerbang utama atau gerbang utara. Sementara itu, kendaraan dengan tujuan simpang Kwanji tetap dapat keluar melalui gerbang selatan seperti biasa.

Baca juga:  Polisi Amankan Pelaku Trek-trekan

Petugas di lapangan juga akan bersiaga untuk mengarahkan kendaraan yang masih menuju patung Hanoman melalui gerbang selatan agar melakukan putar balik di median jalan dan kembali menuju gerbang utara. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi potensi penumpukan kendaraan di titik rawan.

Rekayasa ini tidak mengubah arus lalu lintas utama di ruas jalan sekitar. Sistem dua arah tetap diberlakukan, sehingga kendaraan dari arah patung Hanoman menuju barat masih dapat melintas tanpa hambatan selama jam uji coba berlangsung.

Kepala Dishub Badung, Anak Agung Gde Rahmadi saat dikonfirmasi, Jumat (24/7), menegaskan bahwa langkah ini dirancang untuk meminimalkan konflik kendaraan di simpang padat. “Rekayasa ini untuk mengurangi crossing dan tundaan di patung Hanoman, karena lokasi tersebut berada di jalan nasional yang cukup padat. ASN yang berkantor di kawasan puspem kami harapkan turut berkontribusi mengurangi kemacetan,” ujarnya.

Baca juga:  Incar PKL, Dua Pencuri HP Ditangkap

Menurutnya, kendaraan yang keluar dari pintu gerbang selatan puspem dengan tujuan patung Hanoman akan dialihkan menuju gerbang utama (gerbang utara). Sedangkan, kendaraan yang menuju simpang Kwanji tetap diperbolehkan keluar melalui gerbang selatan.

“Dengan demikian tundaan di patung Hanoman dapat berkurang sehingga arus lalu lintas menjadi lebih lancar dan waktu tempuh lebih cepat. Uji coba ini akan dilakukan pada jam pulang pegawai,” ujarnya.

Rahmadi menambahkan, pelaksanaan uji coba masih menunggu persetujuan pimpinan sebelum diterapkan secara resmi. Dishub juga akan mengedarkan surat pemberitahuan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta instansi di kawasan puspem.

Baca juga:  WNA Kelahiran Perth Disidang Kasus Pencurian Kaca Mata

“Uji coba ini tentu kami memohon persetujuan pimpinan terlebih dahulu. Setelah itu kami akan menyampaikan surat edaran kepada seluruh OPD dan instansi di kawasan puspem agar seluruh pegawai mengetahui mekanisme yang akan diterapkan,” katanya.

Setelah administrasi dan sosialisasi selesai, kata Agung Rahmadi, baru uji coba akan dilaksanakan. Uji coba ini penting karena secara teori rekayasa tersebut memungkinkan untuk dilakukan. “Namun kami juga perlu melihat hasilnya di lapangan. Apabila terbukti efektif mengurangi kemacetan, maka rekayasa ini akan kami lanjutkan dan tetapkan,” ujarnya.

Rahmadi berharap partisipasi aktif ASN dan pengguna jalan menjadi kunci keberhasilan uji coba ini. Jika efektif, skema rekayasa lalu lintas ini akan diterapkan secara permanen sebagai solusi jangka panjang mengatasi kemacetan di kawasan Puspem Badung. (Parwata/balipost)

BAGIKAN