Alat berat sedang mengerjakan penanggulangan abrasi di pesisir Pantai Kuta, Badung. Selain penataan di pesisir untuk mencegah abrasi, pemerintah juga membangun beberapa pemecah ombak. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Persoalan kemacetan kronis yang menghantui wilayah Bali Selatan akhirnya mendapat respons progresif. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengambil langkah berani dengan mengeksekusi dua mega proyek infrastruktur strategis senilai lebih dari Rp 2,9 triliun. Kebijakan cepat ini langsung menuai apresiasi luas, termasuk dukungan penuh dari Partai Golkar Kabupaten Badung.

Dua proyek besar yang menjadi tumpuan utama penanganan kemacetan tersebut adalah pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) serta jalur Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat. Pemerintah Kabupaten Badung menargetkan proyek ini mampu menjadi solusi konkret dalam mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi sorotan, terutama di kawasan pariwisata unggulan.

Baca juga:  Dishub Tambah Kantong Parkir Atasi Kemacetan

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, menegaskan bahwa partainya siap berdiri di garis depan dalam mendukung kebijakan strategis tersebut. Ia menilai langkah yang diambil Bupati Adi Arnawa tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membawa dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembangunan ini bukan sekadar membangun jalan baru, tetapi membangun konektivitas, membuka akses, mengurangi kemacetan, serta memperkuat daya saing pariwisata dan perekonomian Kabupaten Badung,” ujar pria yang akrab disapa Turah Tut pada Minggu (2/8).

Baca juga:  Tari Maskot Ulun Danu Beratan dan Parade Gebogan Pukau Pengunjung 

Wakil Ketua I DPRD Badung ini menyebutkan, tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan di wilayah Badung Selatan memang membutuhkan penanganan serius dan terukur. Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi kunci dalam menjaga kenyamanan serta kelancaran aktivitas, sekaligus mempertahankan citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Tak hanya menyoroti pembangunan jalan, Golkar Badung juga mengusulkan langkah strategis lain berupa perlindungan kawasan pesisir. Turah Tut menekankan pentingnya menjaga bentang alam pantai dan muara sungai sebagai bagian integral dari ekosistem pariwisata.

“Di samping jalan, kita juga perlu melakukan penguatan atau penyenderan terhadap kawasan laut dan loloan (muara) kita yang ada di Kabupaten Badung, karena pantai merupakan salah satu ikon pariwisata utama yang kita miliki di Badung,” tegasnya.

Baca juga:  2025, Sumbangan Devisa Pariwisata dari Bali Capai Rp176 Triliun

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan seimbang dengan upaya pelestarian lingkungan. Perlindungan pesisir dinilai penting untuk mencegah abrasi serta menjaga keberlanjutan daya tarik wisata Badung ke depan.

“Dengan sinergi antara pembangunan jalan dan penguatan kawasan pesisir, harapan kami mampu menghadirkan solusi komprehensif dalam menjawab tantangan kemacetan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pariwisata,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN