
MANGUPURA, BALIPOST.com – Meningkatnya kasus penularan virus Nipah di sejumlah negara membuat Pemerintah Kabupaten Badung meningkatkan kewaspadaan. Pemkab setempat mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan dini.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa masyarakat tidak cukup hanya mendengar imbauan pemerintah. Ia meminta seluruh pihak meningkatkan mawas diri terhadap potensi kemunculan virus baru tersebut. Kewaspadaan kolektif dinilai penting meskipun hingga kini virus Nipah belum terdeteksi masuk ke Indonesia, termasuk Bali.
“Jadi teman-teman di Imigrasi juga perlu lebih selektif. Bagaimana ciri-ciri orang terkena virus itu agar kita tau. Kita harus belajar dari pengalaman Covid-19 sehingga itu perlu menjadi pedoman untuk menyikapi dari pada virus nipah ini,” ujar Adi Arnawa saat ditemui Jumat (30/1).
Bupati Adi Arnawa juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor, khususnya instansi yang bertugas di pintu-pintu masuk Bali. Pengalaman pandemi Covid-19 diharapkan menjadi pelajaran berharga agar pemerintah dan masyarakat dapat mengambil langkah cepat dan tepat jika situasi darurat terjadi.
Meski demikian, ia berharap virus Nipah tidak sampai masuk ke Bali maupun Badung. Langkah antisipasi juga dilakukan Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Denpasar dengan meningkatkan pengawasan terhadap penumpang dari negara-negara terdampak, termasuk penerbangan dari India yang telah melaporkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Nipah.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Bali melarang keras masyarakat mengonsumsi buah bekas gigitan kelelawar. Pasalnya, virus Nipah berasal dari kelelawar sebagai inang utama. Kebiasaan mengonsumsi buah bekas gigitan kelelawar karena dianggap matang alami dinilai sangat berisiko bagi kesehatan.
Di sisi lain, Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi menyatakan, sehubungan dengan meningkatnya kasus penularan Virus Nipah di luar negeri, pihaknya secara intensif melakukan koordinasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Denpasar dalam hal pengawasan di lingkungan bandara.
“Seluruh personel di lingkungan bandara berkomitmen untuk melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh dalam pencegahan penularan Virus Nipah di area kedatangan bandara,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam pengawasan virus Nipah, Bandara I Gusti Ngurah Rai menyiagakan dua unit thermal scanner di kedatangan internasional, satu unit di kedatangan domestik, serta satu unit di terminal VIP. Jika ditemukan penumpang dengan gejala, pihak BBKK akan menindaklanjuti dengan merujuk ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, Denpasar.
“Bagi penumpang yang akan terbang dari dan menuju Pulau Bali, kami imbau untuk terus menjaga kesehatan dan senantiasa memantau perkembangan informasi terkini terkait Virus Nipah demi keamanan dan kenyamanan bersama,” tegasnya. (Parwata/balipost)









