
SINGASANA, BALIPOST.com – Kerusakan Infrastruktur jalan masih terus menghantui Kabupaten Tabanan di tengah cuaca ekstrem belakangan ini. Seperti terjadi di ruas jalan Pengereregan–Banjar Tengah di Desa Lumbung, Kecamatan Selemadeg Barat yang dalam kondisi rusak berat jalan kabupaten sepanjang sekitar 2,5 kilometer itu kini dipenuhi lubang dan kubangan, sehingga mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.
Kondisi jalan yang rusak ini bahkan sempat viral di media sosial. Karena khawatir membahayakan, sejumlah warga memilih melakukan penambalan secara swadaya agar jalan tetap bisa dilalui dengan aman.
Parahnya kerusakan membuat Wakil Bupati Tabanan Made Dirga turun langsung meninjau lokasi bersama jajaran Dinas PUPRPKP Tabanan. Di lapangan terlihat lapisan aspal banyak terkelupas dan batuan lama muncul ke permukaan jalan.
Namun, perbaikan jalan tersebut belum bisa dilakukan pada tahun anggaran 2026. Dinas PUPRPKP Tabanan masih menunggu kepastian sumber anggaran untuk penanganan jalan rusak tersebut.
Sekretaris Dinas PUPRPKP Tabanan yang juga Plt. Kepala Bidang Bina Marga, I Made Partana, mengatakan ruas Pengereregan–Banjar Lumbung berstatus jalan kabupaten. Meski sudah diusulkan pada APBD Induk 2026, perbaikannya belum dapat direalisasikan.
“Perbaikannya belum bisa dilakukan tahun ini. Kami akan kembali mengusulkan pada anggaran perubahan,” ujarnya, Selasa (27/1).
Menurut Partana, penanganan jalan rusak tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 6 miliar. Pihaknya berharap usulan pada anggaran perubahan dapat disetujui agar kerusakan tidak semakin parah.
Disisi lain pada tahun 2026, Dinas PUPRPKP Tabanan juga merencanakan penanganan enam ruas jalan lainnya.
Penanganan meliputi rekonstruksi jalan dan pembangunan drainase di sejumlah wilayah. Di antaranya ruas Simpang Beraban–Munggu Pantai Nyanyi, Jalan Tangguntiti–Pantai Beraban, Gadungan–Gunung Salak, Bolangan–Dadia, jalan menuju RPH Gubug, serta pemeliharaan jalan berkala di Banjar Dukuh, Desa Tiying Gading. Partana menambahkan, pendanaan penanganan jalan bersumber dari dana kolaborasi, yaitu APBD Tabanan, BKK Badung, dan BKK Denpasar. (Puspawati/balipost)










