
BANGLI, BALIPOST.com – Pengelola Pasar Hewan Kayuambua memperketat pengawasan terhadap seluruh ternak, khususnya sapi yang masuk ke area pasar. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap ancaman penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).
Kepala Pengelola Pasar Hewan Kayuambua, I Nengah Degdeg mengatakan pengetatan ini merupakan tindaklanjuut instruksi dinas terkait untuk memastikan kesehatan hewan di wilayah Bangli tetap terjaga. Setiap sapi yang masuk ke area pasar hewan kayuambua kini harus melewati pendataan. “Setiap hewan masuk terutama hewan dari luar Bangli harus kami data sebelum masuk pasar,” ujarnya, Selasa (27/1)
Seluruh hewan juga wajib melalui proses spraying (penyemprotan) di pintu masuk. “Kami juga lakukan pengawasan apabila ada sapi bergejala (terjangkit LSD) tidak dibolehkan masuk pasar,” jelasnya.
Degdeg mengatakan sejauh ini jumlah sapi yang keluar masuk pasar hewan yang beroperasi tiap tiga hari sekali ini masih dalam kategori normal. “Sekitar 50 ekor sapi masuk per hari pasaran,” ujarnya.
Selain pengetatan di pasar, pengelola juga gencar melakukan sosialisasi kepada para peternak. Peternak diminta untuk lebih intensif dalam menjaga kebersihan kandang dan melakukan vaksinasi terhadap ternak mereka. “Imbauan dari dinas terkait terus kami sampaikan kepada peternak agar selalu menjaga kesehatan sapi dengan baik,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)










