Seorang pedagang bumbu dapur menunggu jualannya di Unit Pasar Kapal, Badung. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKMP) memperketat pengawasan pangan menjelang hari raya Nyepi dan Idulfitri. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi saat permintaan masyarakat meningkat pada periode hari besar keagamaan.

Sekretaris Diskop UKMP Badung, I Made Wirya Santosa menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemantauan harga serta ketersediaan bahan pokok dan barang penting lainnya (bapokting) di pasaran. Menjelang hari raya, intensitas pengawasan tersebut ditingkatkan agar stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga.

“Kami secara berkala setiap minggu melakukan monitoring harga dan stok bahan pokok dan barang penting lainnya (bapokting), saat menjelang hari raya kita laksanakan lebih intensif. Ini untuk memastikan ketersediaan stok di pasaran sehingga diharapkan dapat menjaga stabilitas harga juga,” ungkap Wirya Santosa pada Minggu (8/3).

Baca juga:  Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Padat, Jelang Nyepi Ribuan Kendaraan Tinggalkan Bali

Ia menambahkan, hasil pemantauan tersebut tidak hanya digunakan sebagai bahan evaluasi di tingkat daerah, tetapi juga dilaporkan kepada pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat. Tujuannya agar kebijakan pengendalian harga dan distribusi pangan dapat diselaraskan dengan kondisi di lapangan.

“Hasil pemantauan ini, langsung kami laporkan melalui aplikasi SP2KP untuk Kementerian Perdagangan dan juga aplikasi Sigapura untuk Pemerintah Provinsi Bali,” katanya.

Selain memperketat pengawasan pasar, Diskop UKMP Badung juga menyiapkan langkah antisipatif dengan menggelar pasar murah di sejumlah wilayah. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Untuk mengantisipasi kenaikan harga dan mengusahakan kelancaran distribusi dalam waktu dekat, kami akan adakan pasar murah pada tanggal 10 dan 12 maret, yakni pada 10 Maret di Desa Sading dan 12 Maret di Desa Dalung,” jelasnya.

Baca juga:  Amankan Nyepi, Satpol PP Badung Kerahkan Seratusan Personil

Selain pangan, kata Wirya Santosa, pihaknya juga menyediakan LPG 3 kg dan upakara. Bahkan, akan ada kerja sama dengan beberapa pihak memberikan subsidi kepada pedagang/penyedia produk sehingga bisa menekan harga.

Sebelumnya, Kepala Bagian Perekonomian Setda Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati mengungkapkan bahwa inflasi di Kabupaten Badung masih relatif terkendali. Meski inflasi bulanan tercatat sebagai yang tertinggi, inflasi tahun kalender (year-to-date) justru menjadi yang terendah di Bali, yakni sebesar 0,25 persen. Adapun inflasi tahunan (year-on-year) tercatat berada di angka 3,06 persen.

Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi pada Februari 2026 dipicu oleh faktor cuaca ekstrem serta meningkatnya permintaan menjelang bulan suci Ramadan. Sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah menjadi penyumbang inflasi paling dominan.

Baca juga:  Presiden Jokowi Batal Serahkan Bantuan Pangan ke Ratusan Warga Sading

“Kenaikan harga cabai disebabkan oleh melandainya pasokan akibat cuaca yang memicu peningkatan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Hal serupa terjadi pada bawang merah dan bawang putih, di mana musim hujan sejak Oktober telah menurunkan produksi di daerah sentra seperti Bangli, Tabanan, hingga luar daerah seperti Bima dan Brebes,” katanya.

Dengan langkah pengawasan yang lebih intensif serta intervensi pasar melalui pasar murah, Pemkab Badung berharap pasokan bahan pokok tetap tersedia dan harga tetap stabil menjelang perayaan Nyepi dan Idulfitri. (Parwata/balipost)

BAGIKAN