PUPR Gianyar siapkan rencana perbaikan menyikapi meluapnya air irigasi ke badan jalan di Jalan Segara Wilis, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh. (BP/istimewa)

 

GIANYAR, BALIPOST.com – Jalan Segara Wilis, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, berubah menjadi genangan air. Kondisi ini telah berlangsung berbulan-bulan, pascahujan deras, namun hingga kini belum teratasi.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi, dan pengguna jalan dibuat resah. Meski upaya gotong royong telah berulang kali dilakukan, namun tak kunjung menyelesaikan persoalan.

Menurut laporan warga setempat, luapan air ini terjadi di titik sekitar 800 meter sebelah selatan jembatan yang jebol. Selama ini, krama subak telah menunjukkan dedikasi tinggi dengan melakukan gotong royong mandiri. Mereka menggunakan tumpukan karung pasir sebagai tanggul darurat, namun derasnya debit air membuat penanganan sementara tersebut terus mengalami jebol berulang kali.

Baca juga:  DPRD Bali Buat Surat Keputusan Rapat Masalah Desa Pakraman

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Bina Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Gianyar, Dr. Ir. I Made Dwipa Arta, ST., MT., Minggu (25/1) menyatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam.

Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak subak sudah dilakukan sebanyak tiga kali untuk penanganan darurat. “Kami dari PU sudah tiga kali bersama subak melakukan penanganan sementara. Sesuai petunjuk pimpinan, saat ini kami sedang melaksanakan perencanaan penanganan permanen,” ujar Made Dwipa Arta.

Baca juga:  Sungai Meluap, Puluhan Siswa di Seraya Tak Sekolah

Meski perencanaan sedang digodok, Made Dwipa Arta mengungkap hambatan administratif di lapangan. Jalur irigasi tersebut secara teknis berada di bawah kewenangan pusat, yakni Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Namun, karena hingga kini belum ada tindakan nyata dari pihak BWS, Pemerintah Kabupaten Gianyar berinisiatif mengambil langkah percepatan.

“Astungkara secepatnya akan ditangani, mengingat ada jebol saluran di bagian barat sawah. Walaupun ini kewenangan Pusat (BWS) dan belum ada penanganan dari mereka, kami tetap upayakan solusinya,” jelasnya.

Baca juga:  Pesisir Tabanan Dipenuhi Sampah Plastik  

Made Dwipa Arta menambahkan tahun 2026 saluran irigasi yang jebol tersebut akan coba diperbaiki. “Kita masih proses pembuatan gambar teknis dan lanjut proses pengadaan, secepatnya bisa dilaksanakan perbaikan, sesuai petunjuk pimpinan, kami akan percepat pelaksanaan perbaikan,” tegasnya. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN