Dua orang warga sedang mengurus ternak sapi di wilayah Kota Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Temuan kasus Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang puluhan ternak di Kabupaten Jembrana, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melakukan pengawasan lebih intens. Pengawasan langsung turun ke lapangan dan memperketat pemantauan di empat kecamatan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi saat diwawancarai, Minggu (24/1/2026) mengatakan, pengawasan dilakukan lebih intensif meski sebelumnya pelayanan kesehatan ternak sudah rutin dilakukan.

Baca juga:  Gelombang COVID-19 Landa Asia Pasifik, Rusia Kembali Berlakukan Penguncian

“Kami melakukan pemantauan kesehatan, pemberian disinfektan, serta KIE kepada peternak agar menjaga kebersihan kandang dan segera melapor jika ada ternak sakit,” katanya.

Selain itu, peternak diimbau untuk sementara waktu tidak memasukkan ternak baru dan membatasi lalu lintas ternak. “Untuk sementara kami berupaya agar tidak ada lalu lintas ternak dari luar daerah dan hanya memanfaatkan ternak yang ada di wilayah Denpasar,” ucap Suparmi.

Baca juga:  Jaksa Hadirkan Pegawai PDAM dan Pejabat di Kungkung

Disinggung terkait vaksinasi LSD, Suparmi menyebutkan belum ada arahan dari pemerintah pusat maupun provinsi. Dengan itu, pihaknya saat ini masih fokus menjaga kondisi ternak tetap sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh melalui pemberian injeksi vitamin.

Demikian dikatakannya, populasi sapi di Kota Denpasar saat ini mencapai 1.742 ekor dengan kondisi masih sehat dan belum ditemukan kasus LSD. Jumlah tersebut tersebar di empat kecamatan yakni Denpasar Barat 349 ekor, Denpasar Selatan 731 ekor, Denpasar Timur 293 ekor dan Denpasar Utara 369 ekor.

Baca juga:  Belum Bisa Pindah RS, Ketua Dewan Pers Dirawat di Ruang Zona Merah

“Pemantauan kesehatan ternak sudah mencapai sekitar 70 persen dan kami targetkan seluruh peternak di Denpasar segera terpantau dan mendapatkan edukasi,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN