Bantuan obat-obatan dari pemerintah pusat untuk memberantas penyakit LSD sapi di Jembrana, Bali. (BP/Antara)

NEGARA, BALIPOST.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian mengirim bantuan obat-obatan untuk mengatasi Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang sapi di Kabupaten Jembrana, Bali.

“Penularan LSD harus dicegah sejak dini dengan deteksi dari peternak serta petugas pemerintah yang bertugas di lapangan. Jika ternak sapi sakit segera isolasi untuk menghindari penularan,” kata Direktur Kesehan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Hendra Wibawa saat menyerahkan bantuan obat-obatan untuk penyakit sapi tersebut di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Sabtu (17/1).

Baca juga:  BOR RS Rujukan COVID-19 Kudus Masih di Atas 90 Persen

Dikutip dari Kantor Berita Antara, ia mengatakan jika peternak menemukan benjolan pada tubuh ternak sapi yang merupakan salah satu ciri penyakit LSD, harus segera melapor ke petugas untuk dianalisa.

“Petugas akan memeriksa dan memastikan apakah itu LSD atau penyakit kulit biasa. Langkah cepat penting untuk mencegah dampak fatal pada sapi maupun penularan,” katanya.

Untuk mencegah virus LSD, menurut dia, peternak harus menjaga kebersihan kandang karena virus tersebut menyebar lewat nyamuk dan lalat.

Baca juga:  Tiga Ribu Sapi Diasuransikan, Klaimnya Tergolong Rendah

Jika diperlukan, kata dia, pembersihan kandang bisa dilakukan dengan menggunakan insektisida serta membatasi ternak lain masuk ke kandang.

Untuk pencegahan, kata dia, vaksinasi juga harus dilakukan terhadap ternak sapi sebagai perlindungan dari penyakit.

“Obat-obatan yang kami serahkan sudah termasuk vaksin. Kami minta tim terpadu di daerah terus memberikan edukasi kepada peternak, agar proses pengendalian ini berjalan cepat dan tepat,” katanya.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat menerima 500 dosis vaksin LSD, 500 tube EDTA, 500 tube plain, 500 needle, serta obat-obatan lain dan disinfektan mengatakan, bantuan ini merupakan komitmen pemerintah untuk menjaga ekonomi masyarakat peternak.

Baca juga:  Tiga Pekan Lebih Nihil, Korban Jiwa COVID-19 Bali Kembali Tambah

“Ini adalah upaya kami untuk mempercepat pencegahan menyebarnya penyakit LSD pada sapi. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan masyarakat peternak, semoga penyakit LSD ini bisa kita selesaikan,” katanya.

Dia juga menyampaikan terima kasih untuk respon cepat Kementerian Pertanian, dalam menangani penyakit LSD sapi yang ditemukan di Kecamatan Melaya dan Negara. (kmb/balipost)

BAGIKAN