Kapolsek Ubud meninjau lokasi tembok jebol yang menimpa Pura Manik Suci, di Banjar Mawang Kaja, Desa Lodtunduh, Sabtu (24/1). (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, meninjau langsung lokasi tembok jebol yang menimpa Pura Manik Suci di Banjar Mawang Kaja, Desa Lodtunduh, Sabtu (24/1). Insiden yang terjadi pada proyek pembangunan vila milik Ginting ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp100 juta.

​Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu (21/1) sekitar pukul 03.30 WITA. Hujan deras diduga menjadi pemicu jebolnya tembok penyangga proyek sepanjang kurang lebih 12 meter tersebut, yang kemudian materialnya ambruk menimpa area suci Pura Manik Suci.

Baca juga:  Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sumbar

Dalam peninjauan yang berlangsung selama 1 jam tersebut, Kapolsek Ubud didampingi jajaran Intelkam dan Bhabinkamtibmas Desa Lodtunduh. Tujuan kehadiran kepolisian adalah memastikan situasi tetap kondusif serta menjembatani komunikasi antara pihak pengelola proyek dengan pangempon pura.

“Kami mengedepankan musyawarah mufakat dalam penyelesaian ini. Polsek Ubud akan terus mengawasi proses perbaikan agar berjalan tertib demi menjaga keharmonisan wilayah,” ujar Kompol Putra Antara.

Mandor proyek, Arifin menyatakan bahwa pemilik vila berkomitmen penuh untuk bertanggung jawab atas seluruh kerusakan. Pihak proyek berjanji akan mengganti seluruh kerugian material secara penuh, melakukan pembersihan puing-puing bangunan sesegera mungkin, dan melaksanakan pertemuan langsung antara pemilik proyek dan pangempon pura untuk penyelesaian secara kekeluargaan.

Baca juga:  Senderan Jembatan Dusun Pau-Beneng Jebol, Wabup Kasta Minta Warga Tetap Waspada

Sementara itu, ​Jero Mangku Pura Manik Suci, I Wayan Bija menyambut baik komitmen dari pihak proyek. Namun, ia menekankan agar realisasi perbaikan dilakukan dengan penuh tanggung jawab, mengingat lokasi yang terdampak adalah area suci.

“Harapan kami, pertemuan dengan owner segera terlaksana agar permasalahan ini tuntas secara kekeluargaan tanpa mengurangi kesucian dan keamanan lingkungan pura ke depannya,” ungkap Bija. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN