
NEGARA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem angin puting beliung dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jembrana, Rabu (21/1). Dampak terjangan angin kencang yang disertai hujan deras pada dinihari itu hampir merata di seluruh Kecamatan di Jembrana. BMKG mencatat kecepatan angin berkisar antara 19 – 27 knots atau 35 – 50 km/jam.
Rusaknya puluhan rumah dan pohon tumbang terjadi di sejumlah wilayah, seperti di Asahduren Kecamatan Pekutatan, desa Yehembang Kecamatan Mendoyo, Batuagung dan Dauhwaru Kecamatan Jembrana, pesisir Pebuahan, desa Banyubiru Kecamatan Negara dan di sejumlah wilayah Gilimanuk dan Melaya. Kerusakan sejumlah rumah warga, terutama pada bagian atap. Sementara pohon tumbang ditangani tim TRC BPBD, Brimob hingga desa. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Di Kecamatan Jembrana, angin puting beliung menerjang Desa Batuagung, sejumlah rumah warga di Banjar Anyar dan Banjar Batuagung mengalami kerusakan. Selain rumah warga, Balai Banjar Taman di desa setempat juga dilaporkan ikut terdampak, dengan kondisi atap genting yang berjatuhan akibat terpaan angin.
Di Pebuahan, desa Banyubiru yang berada di pesisir pantai terdata 29 rumah mengalami kerusakan di bagian atap dampak angin kencang.
Sementara itu, kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Pekutatan. Angin puting beliung dilaporkan menerjang wilayah Desa Pekutatan, tepatnya di Banjar Dauh Pangkung. Sedikitnya enam unit rumah warga terdampak akibat peristiwa yang terjadi pada dini hari tersebut.
Selain itu juga rumah warga di desa Asahduren rusak, serta pohon durian yang roboh menutupi jalan. “Pohon tumbang sudah dibersihkan dari tim keamanan desa, jalan sudah bisa dilalui. Satu bangunan rumah warga juga rusak dampak angin,” kata Perbekel Asahduren, I Nyoman Mandia.
Camat Pekutatan, I Wayan Yudana, mengatakan, berdasarkan keterangan warga, angin kencang disertai suara gemuruh terdengar sekitar pukul 03.00 Wita. Warga yang mendengar suara tersebut segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Namun, angin yang semakin kencang disertai hujan menyebabkan atap rumah, dapur, hingga teras warga beterbangan dan berjatuhan.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan masih melakukan pendataan dan penanganan hingga Rabu siang dengan banyaknya titik yang mengalami dampak cuaca ekstrem. Namun data awal tidak ada korban jiwa, dan tercatat puluhan rumah rusak terutama di bagian atap.
Sementara data informasi dari BMKG, pada Selasa (20/1) telah mengeluarkan peringatan dini angin kencang dan hujan lebat di sejumlah wilayah di Bali. Termasuk Jembrana. Diperkirakan peringatan waspada hujan deras dan angin kencang masih terjadi selama dua hari hingga Kamis (22/1). (Surya Dharma/balipost)










