Petugas melakukan olah TKP ditemukannya dua orang tak bernyawa di Pancasari, Buleleng. (BP/Istimewa)

 

SINGARAJA, BALIPOST.com – Dua orang ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar kos, wilayah Desa Pancasari, Selasa (20/1). Dugaan sementara, peristiwa tragis ini dipicu hubungan asmara terlarang.

Peristiwa tersebut dibenarkan Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz. Ia menjelaskan, setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Sukasada bersama tim Unit Kecil Lengkap (UKL) segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Dua korban masing-masing berinisial PAS, seorang laki-laki asal Desa Gobleg, dan KSBC perempuan asal Desa Kubutambahan.

Baca juga:  Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya Dialihkan ke SAR Surabaya

“Begitu menerima informasi, petugas langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP), melakukan pengamanan lokasi, olah TKP, serta berkoordinasi dengan petugas medis untuk memastikan kondisi korban,” ujar Iptu Yohana.

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat seorang saksi tiba di lokasi kos sekitar pukul 10.30 WITA. Saat itu, saksi melihat sepeda motor milik korban perempuan terparkir di depan kamar kos. Saksi kemudian mengetuk pintu kamar selama kurang lebih 10 menit, namun tidak mendapat jawaban.

Saksi selanjutnya meminta bantuan pemilik kos untuk membuka pintu menggunakan kunci cadangan. Namun, pintu kamar diketahui terkunci dari dalam dan saat diintip terlihat dua sosok sudah tak bernyawa.

Baca juga:  Pascabanjir di Pancasari, Pembersihan Material Dilakukan di Sejumlah Titik

Pemilik kos kemudian menghubungi aparat desa setempat dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukasada.

Petugas medis dari Puskesmas Sukasada II yang tiba di lokasi melakukan pemeriksaan luar terhadap kedua korban. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa keduanya telah meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban selain dugaan akibat gantung diri.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, dugaan sementara motif kejadian berkaitan dengan permasalahan hubungan asmara terlarang. Korban laki-laki diketahui telah berkeluarga, sementara korban perempuan masih berstatus lajang. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut.

Baca juga:  Pemuda Ditemukan Tak Bernyawa di Kandang Babi

“Polisi telah melakukan serangkaian langkah, mulai dari menerima laporan, mendatangi TKP, melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, berkoordinasi dengan petugas medis, hingga menghubungi pihak keluarga korban untuk proses penanganan selanjutnya,” pungkas Iptu Yohana. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN