Penanganan longsor di wilayah kecamatan Pupuan akibat hujan deras belum lama ini. (BP/dok)

SINGASANA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Tabanan sejak awal tahun 2026 memicu bencana alam di sejumlah wilayah. Hingga Minggu (18/1), tercatat belasan kejadian bencana, dimana Kecamatan Pupuan wilayah paling terdampak akibat hujan lebat yang disertai angin kencang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika, mengatakan, puncak kejadian terjadi pada Kamis (15/1). Dalam satu hari, sedikitnya 16 titik bencana dilaporkan di wilayah Pupuan dan sekitarnya, didominasi tanah longsor, senderan jebol, pohon tumbang, hingga jembatan putus. “Curah hujan tinggi dan durasinya lama akibatnya tanah labil. Dan longsor terjadi hampir merata di beberapa desa,” ujarnya, Minggu (18/1).

Salah satu dampak paling parah adalah lumpuhnya akses jalan Antosari–Pupuan akibat longsor di dua titik wilayah Desa Sanda. Material longsor menutup badan jalan sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca juga:  Gilimanuk Terdampak Angin Kencang, Pelabuhan Buka Tutup dan Sejumlah Rumah Rusak

Selain itu, longsor juga terjadi di Desa Batungsel sebanyak dua titik. Di Desa Padangan, bencana terjadi beruntun, mulai dari longsor yang menimpa satu rumah warga di Banjar Dinas Dauh Tukad, senderan jebol di SMP Negeri 4 Pupuan, hingga longsor di wilayah Padangan Kelod. Longsor juga menimpa satu rumah warga di Banjar Dinas Kubu, Desa Pupuan, serta merusak dapur warga di Banjar Dinas Kayu Puring.

Kerusakan infrastruktur lainnya terjadi di Banjar Dinas Pupuan berupa senderan jebol. Di Desa Bantiran, pohon tumbang dilaporkan di Banjar Dinas Asah Bantiran, serta longsor senderan jalan desa yang menimpa penyengker dan garase warga. Sementara di Desa Sai, longsor terjadi di empat titik, terdiri dari dua rumah warga dan dua ruas jalan desa.

Baca juga:  Letak Geografis dan Cuaca Sebabkan Bali Punya Potensi Tinggi Energi Satu Ini

Bencana juga meluas sampai wilayah Pajahan. Tanah longsor menimpa rumah warga di Banjar Dinas Tanah Sari, serta menyebabkan satu rumah dalam kondisi labil di Banjar Dinas Tanggis. Di Banjar Dinas Anggasari, dua rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat longsor.

Tak hanya itu, longsor juga menutup akses jalan di Desa Munduktemu. Bahkan, jembatan penghubung Desa Munduktemu dengan Desa Kebon Padangan terputus diterjang banjir. Di Desa Pujungan, longsor menimpa dapur rumah warga di Banjar Tamansari atas nama I Nengah Sukirna (56).

Baca juga:  Ditemukan, Tumpahan Minyak dan Life Jacket KM Liberty 1

Menurut Trisna Widiatmika, BPBD Tabanan telah melakukan penanganan awal berupa asesmen cepat dan penyaluran logistik bagi warga terdampak. “Saat ini kami fokus pada penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga. Untuk tahap selanjutnya, bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi akan turun melakukan pendataan kerusakan dan kerugian,” jelasnya.

BPBD Tabanan mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Mengingat prakiraan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, warga diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi darurat lainnya. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN