Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, meninjau langsung SMPN 3 Busungbiu pada Sabtu (17/1). (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng memberikan prioritas terhadap penanganan dampak bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Busungbiu. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian serius adalah SMP Negeri 3 Busungbiu di Desa Sepang Kaja, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, meninjau langsung kondisi sekolah tersebut pada Sabtu spre (17/1). Usai peninjauan, ia menjelaskan bahwa kerusakan terjadi pada halaman sekolah hingga bagian pondasi bangunan yang terlihat akibat abrasi.

Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik. “SMP Negeri 3 Busungbiu kerusakannya cukup parah. Pondasi bangunan sudah terlihat dan halaman sekolah terdampak banjir. Ini memerlukan penanganan segera karena sangat membahayakan,” ujar Sutjidra.

Baca juga:  Viral di Medsos, Rekaman Video Pemuda Berkelahi Diduga di Seririt

Ia menjelaskan, penanganan dampak banjir sebelumnya telah dilakukan di wilayah Batu Megang, dan kini difokuskan ke Desa Sepang, Busungbiu. SMPN 3 Busungbiu menjadi prioritas karena lokasinya berada dekat aliran sungai serta posisinya lebih rendah dari badan jalan raya.

“Kalau ini tidak segera ditangani, risikonya sangat besar, terutama bagi anak-anak didik di SMP Negeri 3 Busungbiu,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Buleleng untuk sementara mengalihkan proses kegiatan belajar mengajar ke sistem daring. Kebijakan ini diambil demi menjamin keselamatan siswa dan guru hingga kondisi dinyatakan aman.

Baca juga:  Padamkan Kebakaran TPA Suwung, Dua Strategi Ini Dilakukan

“Untuk sementara pembelajaran dialihkan ke daring. Kondisi di sini masih sangat berbahaya. Jika terjadi banjir susulan, risikonya tinggi,” jelasnya.

Sutjidra menegaskan, kerusakan sarana dan prasarana pendidikan menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Perbaikan akan dipercepat karena menyangkut keselamatan serta keberlangsungan pendidikan siswa.

“Kerusakan fasilitas pendidikan ini akan kami segerakan penanganannya. Ini menyangkut keselamatan anak-anak kita dan tidak bisa ditunda,” katanya.

Selain fasilitas pendidikan, Pemkab Buleleng juga melakukan penanganan terhadap kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan akibat banjir. Mitigasi awal dilakukan dengan pemasangan bronjong serta penguatan struktur menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD.

Baca juga:  Atasi Krisis Air Bersih, Warga Sogra Dibuatkan Bak Penampungan

“Untuk jalan raya yang jebol, sekarang kita perkuat dulu dengan bronjong. Dananya kami siapkan melalui BTT agar penanganannya bisa cepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan juga akan dilakukan pada jembatan strategis di wilayah Bongancina yang menghubungkan Desa Bongancina dengan Desa Dapdap Putih.

“Jembatan di Bongancina juga jebol dan sangat strategis. Kami akan segera tangani semuanya dan diupayakan secepat mungkin,” pungkasnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN