
AMLAPURA, BALIPOST.com – Sejumlah warga bersama dengan tokoh adat dari delapan banjar adat di Desa Sidemen, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, mendatangi Polsek Sidemen, pada Sabtu (17/1). Kedatangan warga dan tokoh masyarakat tersebut untuk mempertanyakan progres penanganan kasus pencurian di sejumlah pura di Sidemen.
Kedatangan para perwakilan krama ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat menyusul maraknya aksi pencurian, dengan kejadian terakhir terjadi di Pura Dalem Hyang Taluh. Menurut warga, sedikitnya sudah ada enam kasus pencurian yang menyasar pura di wilayah Sidemen. Warga berharap, kasus ini segera terungkap untuk menjawab keresahan warga.
Pangelingsir Pura Dalem Hyang Taluh, Made Adi Raharta mengungkapkan, persoalan pencurian tidak hanya menyangkut nilai materi, seperti hilangnya uang kepeng, namun dampak yang ditimbulkan jauh lebih besar. Pasalnya, setiap kejadian pencurian di pura mengharuskan masyarakat melaksanakan rangkaian upacara yadnya, guru piduka, mesapuh, hingga bendu piduka yang membutuhkan biaya tidak sedikit.
“Kami datang sebagai wakil masyarakat. Bukan soal nilai kehilangan yang dipersoalkan, tetapi dampak niskala yang harus ditanggung krama. Biaya upacara jauh lebih besar dan ini sangat memberatkan,” ujarnya.
Pihaknya berharap pelaku pencurian segera ditangkap agar tidak terus menimbulkan keresahan di tengah krama adat. Selain itu, warga mendorong Polsek Sidemen untuk mengungkap kasus tersebut secara tuntas dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Sementara itu, pihak kepolisian menyampaikan bahwa penanganan kasus masih dalam proses penyelidikan. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan personel serta kualitas rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian yang kurang jelas sehingga menyulitkan identifikasi pelaku. Namun, proses penyelidikan tetap dilakukan semaksimal mungkin agar pelaku bisa ditangkap. (Eka Parananda/balipost)









